
JULUKAN tim Yoyo dipastikan makin melekat pada Semen Padang. Hal itu setelah tim berjuluk Kabau Sirah itu dipastikan turun kasta ke divisi 2 atau degradasi musim depan.
Kepastikan itu didapat Semen Padang setelah mereka menelan kekalahan 0-1 dari Dewa United Banten Minggu (3/5/2026) malam WIB. Dalam duel di Stadion Internasional Banten, Semen Padang sejatinya butuh kemenangan untuk bertahan.
Namun, sayangnya upaya mereka seperti belum cukup untuk menarik simpati Dewi Fortuna. Sebaliknya, Dewa United yang mengincar kemenangan di empat laga sisa untuk mengunci posisi empat besar justru lebih beruntung setelah membuat gol pada menit ke-31 lewat tandukan Noah Saddaoui.
Dengan hasil itu the Banten Warriors kukuh di posisi keenam klasemen dengan 50 poin dari 31 laga, selisih dua angka dari Malut United di posisi keempat.
Sementara, Semen Padang ada di posisi 17 dan harus rela turun kasta ke Liga 2 dengan 20 poin, menyusul PSBS Biak.
Kalah beruntun di laga derby

Pada laga sebelumnya, Arema FC kembali harus menelan pil pahit dalam derby Jawa Timur. Kali ini, Singo Edan–julukan Arema–harus mengakui keunggulan Persik Kediri 2-3 pada lanjutan Super League pekan ke-31 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu.
Itu berarti kali kedua beruntun Arema kalah dalam duel sesama tim Jawa Timur. Sebelumnya, mereka kalah dari Persebaya Surabaya 0-4.
Kemenangan ini tak mengubah posisi Persik di peringkat ke-12 dalam klasemen Liga Super dengan 36, sedangkan Arema FC turun ke peringkat ke-11 dengan 39 poin.
“Kami sangat bahagia karena ini tiga poin yang sangat kami butuhkan dan kami layak mendapatkannya. Kemenangan ini kami dedikasikan untuk masyarakat Kediri,” kata Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres selepas laga.
Bangkit di babak kedua
Ia menilai timnya tampil sangat baik terutama pada babak pertama. Kemenangan itu mendongkrak kepercayaan diri pemain menghadapi sisa kompetisi.
Di sisi lain, pelatih Arema FC Marcos Santos menilai penyebab kekalahan timnya lantaran para pemain tampil minim determinasi pada babak pertama sebelum bangkit pada babak kedua. “Pada jeda pertandingan saya harus menegur para pemain agar bereaksi.” (*/N-01)






