
TELKOMSEL berhasil menjaga kualitas konektivitas pelanggan agar tetap aman, nyaman dan selama moment Ramadan dan Idulfitri.
Hal itu berkat penguatan dan optimalisasi jaringan di titik-titik prioritas, melakukan pemantauan kualitas layanan berbasis AI secara end-to-end, serta memperkuat kesiapan tim lapangan.
General Manager Region Network Operations and Productivity Jawa Barat Telkomsel, Danny Agus Triawan Kamis (9/4) memaparkan, berdasarkan catatan Telkomsel Region Jabar pada puncak periode RAFI 2026, pergerakan pelanggan antarwilayah mencapai 1,65 juta pelanggan.
Arus tujuan pergerakan pelanggan terbesar mengarah ke Jakarta (285 ribu), disusul Jawa Tengah-DI Yogyakarta (115 ribu) dan Jawa Timur (29 ribu).
45 titik prioritas
“Seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi dan hiburan digital, Telkomsel Region Jawa Barat mencatat payload puncak trafik data mencapai 5,82 petabyte meningkat 36,15% dibanding hari normal. Dari sisi wilayah pertumbuhan trafik data tertinggi tercatat dinTasikmalaya: +30,94%, Ciamis: +25,73%. Pangandaran: +23,26% dan Kuningan: +21,78%,” terangnya.
Danny menyebut, untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama periode RAFI 2026, Telkomsel memperkuat 45 titik prioritas yang mencakup jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, area permukiman, hingga titik-titik keramaian lainnya.
“Penentuan titik prioritas dilakukan berbasis analitik dan pemodelan Machine Learning (ML), serta diperkuat pemanfaatan AI melalui Autonomous Network untuk menjaga stabilitas layanan secara end-to-end,” paparnya.
Hasilnya kata Danny, meskipun terjadi lonjakan trafik di kota-kota tujuan mudik seperti Tasikmalaya (+30.94%), Ciamis (+25,73%), Pangandaran (+23,26%), Kuningan (+21,78%) dan Garut (+20,96%), kualitas layanan Telkomsel tetap terjaga.
Lokasi wisata
Hal serupa juga terlihat di sejumlah lokasi wisata favorit, termasuk Tempat Rekreasi Pangandaran dan Pantai Santolo, yang mencatatkan payload tinggi masing-masing lebih dari 22,42 terabyte dan 17,47 terabyte.
“Kami terus memantau performa layanan dan melakukan penguatan di titik-titik prioritas, supaya koneksi tetap stabil ketika dibutuhkan, baik untuk silaturahmi, perjalanan, maupun aktivitas digital,” tutupnya. (zahra/M-01)









