
PAMERAN makanan dan minuman terbesar di Jawa bagian Tengah bertajuk Jogja Food & Beverage Expo 2026 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu-Sabtu.
Pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group ini diikuti 110 peserta dan 30 perserta di antaranya adalah UMKM. Para peserta menampilkan produk mulai dari kuliner Nusantara, minuman inovatif, teh premium, teknologi pengemasan, hingga mesin pengolahan pangan.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengemukakan penyelenggaraan pameran ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di Yogyakarta.
“Kami berharap pameran ini menjadi etalase kekayaan kuliner nasional sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk berinovasi, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi di tengah perkembangan industri yang kian dinamis,” kata Daud.
Ekonomi kreatif
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Noviar Rahmad menyambut baik kegiatan yang dinilai strategis untuk mendorong bertumbuhnya ekonomi kreatif khususnya sektor makanan dan minuman.
“Pameran ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk ke konsumen, menjaring kemitraan yang lebih luas dan sekaligus meluaskan pemasaran,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur kegiatan ini juga menjadi kesempatan yang sangat penting untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumen dan memahami kebutuhan selera dan trend pasar yang menjadi kunci dalam menghadapi persaingan dunia industri yang semakin dinamis.
Karena itu, lanjutnya, para peserta pameran diminta memanfaatkan kesempatan sehingga bisa naik kelas dan membuka akses pasar global dengan memanfaatkan kemajuan digital.
Konflik Timur Tengah
Ketua Umun Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman industri makanan dan minuman masih dapat terus tumbuh meski kini kinerjanya sudah mencapai 7% dari PDB dan dan dari industri non migas mencapai 40,3%.
Ia mengatakan, kalangan usaha yang bergerak bidang makanan dan minuman ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan global dengan memunculkan berbagai inovasi.
Adhi mengungkapkan, industri makanan dan minuman ini kini juga menghadapi dampak perang AS-Israel dengan Iran khususnya kenaikan bahan baku plastik yang pada gilirannya akan memukul kenaikan harga kemasan plastik yang sangat diperlukan oleh industri makanan dan minuman.
Pada kegiatan pameran ini diadakan pula rogram Business Matching juga disiapkan sebagai platform strategis bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk membangun jejaring, menjajaki kerja sama, dan membuka peluang bisnis dengan exhibitor maupun buyer potensial.
Melalui kombinasi edukasi, kompetisi, dan kolaborasi bisnis, rangkaian program ini diharapkan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan. (AGT/M-01)






