Pemerintah Didorong Bentuk Tim Khusus Soal Sampah Antariksa di Wilayah RI

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan bahwa sampah antariksa yang ditemukan di langit Lampung dan Banten merupakan bekas roket China, CZ-3B.

Pergerakan roket CZ-3B R/B milik China terpantau mengorbit bumi pada 4 April 2026 lalu.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat di sejumlah wilayah di Lampung dihebohkan dengan kemunculan objek terang yang terlihat di langit, Sabtu malam. Obyek tersebut meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian.

Lebih waspada

Dosen Fisika FMIPA UGM, Dr. Dwi Satya Palupi, menanggapi pernyataan BRIN tersebut menegaskan seharusnya pemerintah lebih waspada lagi dengan sampah-sampah dari luar angkasa yang masuk ke wilayah RI.

“Bentuk tim khusus yang memantau sampah-sampah dari luar angkasa yang mungkin akan jatuh nanti di daerah Indonesia,” jelasnya Rabu (8/4).

BACA JUGA  Kepala BRIN Soroti Turunnya Skor Inovasi Global Indonesia

Fenomena semacam itu dapat diprediksi sebelumnya melalui aplikasi yang dapat memantau benda luar angkasa yang masuk, seperti kasus sampah. Melalui aplikasi khusus kejadian sampah antariksa yang jatuh ini dapat diprediksi sebelumnya.

“Kalau aplikasi itu belum ada, mestinya memang Indonesia harus mulai membuat aplikasi semacam itu,” ungkapnya.

Berpijar

Ia menjelaskan setiap sampah antariksa yang masuk dan jatuh ke atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi akan nampak berpijar. Sekilas akan menyerupai roket, komet atau bintang jatuh.

Dwi menganggap sebuah kewajaran apabila masyarakat awam yang menyaksikannya menyerupai bentuk meteor, bintang jatuh, maupun komet.

“Sekilas tampak mirip, sebenarnya beberapa hal tersebut dapat dibedakan,” paparnya.

Membahayakan

Berangkat dari kejadian tersebut, masyarakat menurutnya perlu bersikap kritis. Pasalnya sampah antariksa yang jatuh ke pemukiman padat penduduk justru akan membahayakan nyawa manusia.

BACA JUGA  Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

“Karena jika kejadiannya jatuh ke rumah penduduk tentu akan sangat membahayakan,” imbuhnya.

Beruntung, kata Dwi, untuk kasus ini, sampah antariksa dari China ini jatuh ke laut meski juga akan membahayakan ekosistem laut. “Bisa menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup yang ada di laut meskipun terdapat pula bahaya lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia jatuhnya sampah antariksa ke wilayah Indonesia ini memang belum belum terlihat jadi persoalan serius. Tetapi menurut Dwi, untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang justru bisa menimbulkan resiko.

Ancaman serius

Apalagi sampar di luar angkasa semakin banyak, tentu yang masuk ke atmosfer bumi lebih banyak dan tidak terkontrol, maka menjadi ancaman yang serius.

“Semakin banyak nanti yang kena ke permukiman atau mungkin kena gedung yang seharusnya tidak boleh terkena seperti itu, maka ini akan menjadi ancaman yang lebih serius lagi,” jelasnya.

BACA JUGA  Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UGM Dipecat

Guna mengurangi risiko sampah antariksa, perlu adanya komitmen yang kuat di seluruh dunia bahwa sampah antariksa ini harus dikurangi. Dwi mengaku bahwa hal tersebut memang tidaklah mudah, perlu adanya perhitungan yang akurat dan biaya.

“Perusahaan-perusahaan yang membuat roket atau menggunakan jasa roket untuk pemasangan satelit, memang harus sudah mulai mempertimbangkan sampahnya nanti bagaimana, supaya tidak sampai jatuh di bumi,” pungkasnya. (AGT/M-01)

Related Posts

Dedi Mulyadi Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peradaban tertinggi dalam falsafah Sunda terletak pada ‘rasa’, bukan pada tulisan maupun aturan yang dikodifikasi. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies…

KDM Tandatangi MoU Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama sejumlah bupati dan wali kota di Jabar melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Australia, Timnas Futsal Indonesia Juarai Grup B

  • April 8, 2026
Bekuk Australia, Timnas Futsal Indonesia Juarai Grup B

Petugas Diminta Beri Kemudahan Pembayaran Pajak Kendaraan

  • April 8, 2026
Petugas Diminta Beri Kemudahan Pembayaran Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda

  • April 8, 2026
Dedi Mulyadi Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda

110 Peserta Ikuti Pameran Makanan dan Minuman di Yogyakarta

  • April 8, 2026
110 Peserta Ikuti Pameran Makanan dan Minuman di Yogyakarta

KDM Tandatangi MoU Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik

  • April 8, 2026
KDM Tandatangi MoU Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik

Pemprov Jatim Bagikan Sembako dan BBM untuk Driver Ojol di Sidoarjo

  • April 8, 2026
Pemprov Jatim Bagikan Sembako dan BBM untuk Driver Ojol di Sidoarjo