Unpad Berlakukan WFH Bagi Pegawai dan Mahasiswa 

UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) segera memberlakukan work from home untuk pegawai dan mahasiswa sesuai  surat edaran pemerintah pusat. WFH diharapkan dapat memberikan dampak terhadap penghematan energi di tengah situasi krisis yang terjadi di Timur Tengah.

“Kebijakan pemerintah pusat untuk melaksanakan program WFH termasuk di kampus, diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadi krisis energi atau krisis apapun akibat kondisi geopolitik eksternal,” ungkap Rektor Unpad Prof Arief Kartasasmita.

“Unpad akan mengambil langkah, kita akan mendorong untuk sebagian atau perkuliahan yang tidak berkait dengan praktikum akan dilakukan WFH oleh Unpad seiring edaran tersebut,” lanjutnya pada acara workshop dan benchmarking peningkatan kompetensi analisis kebijakan di perguruan tinggi yang diikuti 51 peserta perguruan tinggi Selasa (7/4).

Menurut Arief, mereka yang akan bekerja WFH selama satu hari yaitu di sektor administrasi. Kemudian, perkuliahan yang tidak membutuhkan skill langsung atau praktikum dan bekerja lapangan dapat melakukan WFH.

BACA JUGA  Delegasi OIC Comstech Lanjut Pelatihan di Unpad

Tidak bekerja di kafe

Jadi kepada  para tenaga pendidik (tendik) maupun para dosen diimbau untuk bekerja di rumah. Jadi tidak bekerja di kafe. Apabila bekerja di kafe dan di tempat lainnya maka tidak akan menyelesaikan masalah terkait mengurangi kebutuhan energi.

“Kami akan segera mengimplementasikan, prinsipnya adalah WFH ini tidak ingin mengganggu esensi dari pendidikan. Jadi kalau mahasiswa yang memang tidak bisa kita WFH-kan ya tetap akan menjadi biasa. Sedangkan perkuliahan yang dapat dilakukan WFH akan dilakukan untuk melakukan ketahanan energi,” tuturnya.

Dorong Kompetensi Tendik

Terkait dengan acara workshop lanjut Arief, Unpad menilai pentingnya peningkatan kompetensi tendik, sebagai fondasi dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.

BACA JUGA  Unpad Prihatin dengan Keterlibatan Dosen dalam Dugaan Kekerasan Seksual

Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Sumber Daya ini diikuti oleh 51 peserta dari 51 perguruan tinggi di Indonesia, terdiri dari perguruan tinggi negeri dan swasta dari 16 provinsi dan  Unpad dipercaya sebagai salah satu perguruan tinggi mitra penyelenggara kegiatan tersebut.

“Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika global, perguruan tinggi membutuhkan tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan analisis kebijakan berbasis data. Kebijakan yang diambil harus berbasis evidence agar tepat sasaran dan mampu merespons perubahan secara cepat,” tandasnya.

Arief menyebut, tantangan seperti perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif. Dalam konteks ini, peran analis kebijakan menjadi krusial untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan dan memastikan arah kebijakan yang tepat.

Tingkatkan SDM

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menegaskan bahwa tenaga kependidikan merupakan elemen strategis yang sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan kualitas layanan dan sistem di perguruan tinggi.

BACA JUGA  UPN dan PT Bukit Asam Berkolaborasi Tingkatkan Produksi Pangan

Ia menilai, tendik saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perbaikan sistem.

Melalui program ini, pemerintah mendorong terciptanya sumber daya manusia pendidikan tinggi yang profesional, adaptif, dan kolaboratif.

“Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan praktik-praktik baik yang dapat diimplementasikan di masing-masing institusi serta memperkuat jejaring antar tenaga kependidikan di seluruh Indonesia,” paparnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Perguruan Tinggi Diharap Siap Hadapi Perubahan dan Inovatif

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Angkatan 1 Tahap III Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pada Kamis-Jumat…

WHA Italia Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberi penghargaan Excellence in European Halal Certification Innovation and Export Assurance untuk World Halal Authority (WHA). Pemberian penghargaan untuk lembaga sertifikasi halal internasional yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

  • October 9, 2026
PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

  • October 9, 2026
Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

  • October 9, 2026
Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

  • October 9, 2026
Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

  • October 8, 2026
Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak

  • October 8, 2026
Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak