
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang inovatif. Perusahaan yang berdiri sejak 1970-an itu menekankan bahwa strategi mengubah sampah menjadi komoditas bernilai tinggi merupakan fondasi utama dalam menjaga daya saing di pasar internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Public Affair and License Manager Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, di sela acara Halalbihalal Idul Fitri 1447 H bersama ratusan insan media di Gedung Serba Guna Tjiwi Kimia, Sidoarjo, Kamis (2/4). Halalbihalal dihadiri organisasi profesi seperti PWI, IJTI, dan Forwas.
“Semangat mengolah sampah menjadi ’emas’ sudah menjadi DNA perusahaan jauh sebelum isu keberlanjutan menjadi tren global,” kata Beny.
Sejarah mencatat bahwa Tjiwi Kimia memulai pendekatan visioner sejak 1976 dengan memanfaatkan ampas tebu atau bagasse sebagai bahan baku utama pembuatan kertas putih berkualitas.
Semangat inovasi
Meskipun dinamika industri memaksa perusahaan beralih sepenuhnya menggunakan pulp pada 1982 akibat keterbatasan pasokan bahan baku pertanian, semangat inovasi tersebut tetap berlanjut. Salah satu buktinya adalah inisiatif peluncuran platform digital barang bekas pada periode 2005-2007 yang mendahului masanya.
Selain memaparkan visi lingkungan, kegiatan bertajuk ‘Komunikasi Berkualitas, Sinergi Harmonisi itu juga bertujuan untuk memperkuat relasi antara dunia usaha dan pers.
Beny menekankan bahwa media adalah mitra strategis yang memiliki peran penting dalam membangun iklim usaha yang sehat berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati.
Kemitraan strategis
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah transparansi dan silaturahmi yang dilakukan perusahaan. Menurutnya, kemitraan strategis ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kokoh untuk membangun komunikasi yang jujur dan produktif demi kepentingan masyarakat luas.
“Melalui momentum ini, Tjiwi Kimia berharap kolaborasi dengan insan pers dapat terus terjaga guna mendukung keberlanjutan industri yang ramah lingkungan di masa depan,” kata Mustain. (OTW/D-01)






