Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi pengelolaan kebun kelengkeng di wilayah Tulangan karena dinilai berhasil memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi agrowisata.

“Alhamdulillah hari ini kita panen kelengkeng yang kedua. Ini luar biasa, kita bisa memanfaatkan lahan yang ada dengan membudidayakan kelengkeng jenis kristal yang rasanya manis dan unggulan di Indonesia,” kata Mimik saat mengikuti panen kelengkeng, Selasa (31/3).

Lahan tidur di wilayah Tulangan tersebut sudah empat tahun terakhir ditanami kelengkeng. Tahun ini sudah memasuki masa panen kedua.

Mimik berharap pemanfaatan lahan seperti ini bisa menjadi percontohan di setiap kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya masih banyak lahan tidak produktif yang bisa dikembangkan menjadi sektor pertanian bernilai ekonomi.

BACA JUGA  Ribuan Tentara Ikut Latgabma Super Garuda Shield 2024

“Harapannya setiap kecamatan punya percontohan, supaya lahan TKD atau lahan tidur bisa dimanfaatkan. Di Sidoarjo ini potensi buah-buahan banyak, seperti alpukat, kelengkeng, jambu air hingga melon,” kata Mimik.

Komoditas lain

Wabub Sidoarjo Mimik Idayana saat mengikuti panen kelengkeng di Tulangan, Selasa (31/3). (MN/Dok.Ist)

Kebun seluas sekitar 1,2 hektare tersebut saat ini ditanami sekitar 300 pohon kelengkeng varietas new kristal. Selain itu, ke depannya juga akan dikembangkan komoditas lain seperti mangga, melon, peternakan kambing, hingga budidaya ikan nila untuk mendukung konsep agrowisata.

Salah seorang petani Yulianto mengatakan, kebunnya sudah mulai ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, bahkan ada yang luar pulau. Pengunjung diperbolehkan mencicipi buah langsung di lokasi, namun untuk pembelian tetap ditimbang.

“Setiap minggu selama masih ada buah, kita buka untuk pengunjung. Harga mengikuti pasar, di tingkat petani sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram,” kata Yulianto.

BACA JUGA  Polisi dan TNI Beri Makan Bergizi Gratis ke Siswa SDN Terpencil

Yulianto juga menerapkan aturan pada pengunjung yaitu tidak boleh memetik sendiri guna menjaga kualitas buah. Apabila memetik buah sembarangan bisa merusak, sehingga harus didampingi petugas kebun.

Pusat edukasi

Yulianto menambahkan, ke depan kebun ini tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga pusat edukasi pertanian bagi pelajar dan mahasiswa.

“Kita juga sering menerima kunjungan dari anak TK sampai mahasiswa untuk belajar. Harapannya bisa berbagi pengalaman dan mendorong minat di bidang pertanian,” kata Yulianto. (OTW/A-01)

BACA JUGA  Kapolresta Sidoarjo Cek Langsung Distribusi MBG

Admin

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur bersama 36 kabupaten/kota se-Jatim, Senin (30/3). Sebelumnya, Kota Surabaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak