
SEMUA masakan yang dihadirkan dengan kesungguhan hati, pasti akan menghadirkan cita rasa yang istimewa. Hal itulah yang dilakukan Hikiniku to Come.
Sejak didirikan di Kichijoji, Tokyo pada 2020, Hikiniku to Come memang membawa pengalaman bersantap hamburg dengan konsep just made.
Menurut sang pendiri, Shohei Yamamoto, hamburg sejatinya adalah masakan rumah di Jepang. Namun dengan teknik pengolahan tertentu dan pemasakan langsung, membuat hamburg Hakiniku to come menjadi sajian lezat.
“Tidak sama dengan hamburger, hamburg adalah ground beef steak yang populer di Jepang. Hamburg terlezat adalah yang disantap langsung setelah dipanggang, yang dibuat dari ground beef berkualitas yang
segar. Sebelum Hikiniku to Come, saya tidak dapat menemukan freshly grilled hamburg di restoran.,” ujar Yamamoto di sela-sela peluncuran Hikiniku to Come PIM 5., Senin.
Berbagi rasa

“Saya hanya bisa menikmatinya di rumah. Jadi saya berpikir, orang-orang seharusnya dapat menikmati freshly grilled hamburg yang lezat di mana saja. Inilah awal mula Hikiniku to Come,” lanjut Yamamoto.
“Saya menciptakan restoran yang menghadirkan just made moments, untuk menyajikan rasa dan pengalaman hamburg terbaik. Misi kami adalah untuk berbagi cita rasa hamburg steak terbaik dan membawa kebahagiaan kepada orang-orang di seluruh dunia.”
Hikiniku to Come menurut Yamamoto secara literal artinya adalah daging giling dan nasi. Hal itu merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Sudah berekspansi

Konsep dan kelezatan hamburg yang dihadirkan Hikiniku to Come dicintai tidak hanya oleh masyarakat Jepang, namun juga turis internasional. Empat restorannya di Jepang selalu penuh antrian dan reservasi harus dilakukan jauh-jauh hari.
Popularitas ini yang kemudian mendorong ekspansi ke sejumlah negara lainnya, yakni Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Filipina, dan China, sebelum akhirnya masuk Indonesia.
Buka di PIM
Menyoal dibukanya Hikiniku to come di Jakarta, President Director PT Boga Group, Kusnadi Rahardja mengaku jatuh cinta sejak gigitan pertama. Ia pun langsung memboyongnya ke Indonesia.
“Awalnya saya mendapat rekomendasi dari beberapa teman. Mereka sangat terkesan dengan Fresh Wagyu Hamburg-nya yang juicy dan tasty,” tutur Kusnadi.
“Saya khusus terbang ke Jepang untuk mencobanya. Tapi ternyata harus nunggu satu minggu. Akhirnya saya harus pulang dengan tangan hampa. Saat mendapat kesempatan, saya memang langsung terkesan dan saat itu juga saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia,” papar Kusnadi.
Selanjutnya ia memutuskan untuk buka pertama di Pondok Indah Mall 5. Sebab ia percaya PIM masih menjadi magnet warga Jakarta. Soal harga, ia juga yakin masih make sense.
“Dengan harga Rp200 ribuan, saya pikir sesuai dengan rasa. Mungkin saja nanti kami akan buka di tempat lain,” kata Kusnadi.
Tiga filosofi
Yang membuat hamburg Hakini lezat menurut Yamamoto karena dibuat dengan tiga filosofi. “Yang pertama adalah Just Ground. Kami dengan ketat memilih kualitas daging wagyu yang tender dan juicy, yang digiling secara fresh setiap pagi dalam suhu yang terkontrol. Kami
ingin memastikan semua orang dapat menikmati flavor natural terbaik dari hamburg kami,” ujarnya.
“Yang kedua adalah Just Grilled. Untuk itu, area bersantap kami desain dengan konsep grilling theatre, dengan seating counter mengelilingi area panggangan. Kami ingin setiap tamu dapat menyaksikan
langsung hamburg segar dipanggang di atas arang di setiap meja, menikmati aroma panggangnya dan menyantapnya dengan hangat dari awal sampai akhir.”
“Untuk menyempurnakan kelezatan hamburg, kami melengkapinya dengan konsep Just Cooked. Nasi pulen khas Jepang yang dimasak dalam Hagama Pot, teknik memasak nasi tradisional Jepang, menghasilkan nasi yang pulen, hangat dan wangi, membuat rasa dan aroma Hamburg
semakin nikmat. Proses memasak dalam Hagama Pot juga menghasilkan lapisan okage, kerak nasi yang halus dan renyah, yang menambah kejutan bersantap yang menyenangkan” jelas Yamamoto. (N-01)








