S2P-PLTU Cilacap Dorong Edukasi Kesehatan Warga

AKSES dan kebiasaan untuk memeriksakan diri masih jadi tantangan. Banyak warga baru datang ke fasilitas kesehatan ketika keluhan sudah terasa berat. Padahal, edukasi sejak dini dan deteksi awal bisa mencegah komplikasi yang lebih serius.

Berangkat dari situ PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menjalankan Program Cek Kesehatan Keliling (Cekeli). Program cek kesehatan gratis ini sudah berjalan sejak 2016 dan konsisten dilaksanakan setiap enam bulan sekali di enam titik pelayanan di tiga wilayah binaan perusahaan, yaitu di Desa Menganti, Desa Karangkandri, dan Desa Slarang, di Kabupaten Cilacap.

Rata-rata lebih dari 2.000 warga telah menerima manfaat dari program Cekeli setiap tahun. Secara kumulatif sejak 2016, belasan ribu warga di desa binaan telah mendapatkan pemeriksaan dan edukasi kesehatan melalui Cekeli.

Literasi kesehatan

Manager LK3 & CSR PT S2P, Zam Zam Nurjaman, menyampaikan bahwa program Cekeli dirancang bukan hanya sebagai layanan kesehatan sesaat, melainkan sebagai sarana peningkatan kapasitas masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan.

“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Edukasi adalah kunci agar manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Zam Zam Nurjaman.

BACA JUGA  881 Puskesmas di Jawa Tengah Buka Layanan CKG

Melalui Cekeli, PT S2P – PLTU Cilacap berharap tercipta masyarakat yang lebih sehat, sadar lingkungan, dan produktif, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar wilayah operasional.

Terbuka untuk Semua Usia

Program Cekeli, lanjut Zam Zam terbuka untuk semua kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia). Mekanisme untuk mengikuti program cek kesehatan gratis ini cukup sederhana.

Warga cukup datang ke lokasi pelayanan sesuai jadwal, membawa kartu identitas, lalu mendaftar di tempat. Setelah itu, peserta langsung mendapatkan rangkaian pemeriksaan kesehatan.

Layanan yang diberikan meliputi: pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemeriksaan umum oleh dokter. Jika diperlukan, peserta akan mendapatkan obat atau vitamin sesuai hasil pemeriksaan.

Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, warga akan diberikan surat rujukan dan diarahkan memanfaatkan BPJS atau fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA  Mengenali Apa Itu Hantavirus

Lebih dari Sekadar Cek Kesehatan Gratis

Yang membuat program Cekeli unik dan menarik bukan hanya soal layanan medisnya, tetapi juga pendekatan edukatif yang interaktif. Dalam setiap kegiatan, masyarakat mendapatkan penyuluhan tentang pencegahan penyakit, pola hidup bersih dan sehat, kesehatan lingkungan, hingga pentingnya deteksi dini.

Materi disampaikan secara praktis dan menyesuaikan dengan keluhan yang paling banyak ditemukan di lapangan. Interaksinya dua arah. Warga bisa bertanya langsung, berdiskusi, bahkan berkonsultasi secara personal dengan dokter dan tenaga medis. Program ini melibatkan sekitar 20 tenaga kesehatan, meliputi dokter, perawat, dan tenaga pendukung medis dan disediakan obat-obatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Hipertensi dan Kolesterol masih Dominan

Dari hasil pemeriksaan selama ini, keluhan yang paling sering ditemukan adalah hipertensi dan kolesterol tinggi. Tidak sedikit warga yang sebelumnya merasa sehat ternyata baru mengetahui tekanan darahnya tinggi setelah mengikuti Cekeli.

Beberapa di antaranya langsung mendapatkan penanganan awal dan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan. Kasus-kasus seperti ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program: penyakit terdeteksi lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.

BACA JUGA  Perluas Jangkauan, Etawalin Gandeng TikTok

Selain itu, terlihat peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap periode. Lansia, misalnya, menjadi kelompok yang paling konsisten hadir. Mereka datang bukan hanya untuk berobat, tetapi juga untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau.

Respons warga terhadap program cek kesehatan gratis ini sangat positif. Antusiasme tinggi selalu terlihat di setiap lokasi pelayanan.

Komitmen Jangka Panjang

Bagi PT S2P – PLTU Cilacap, program Cekeli bukan sekadar agenda CSR rutin. Melalui edukasi preventif dan deteksi dini, perusahaan ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Ke depan, S2P akan terus melanjutkan eksplorasi program-program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat desa binaan, dengan pendekatan kolaboratif bersama fasilitas kesehatan setempat. (RO/Agt/A-2)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

SENSUS Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian. Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, hasil sensus yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali itu memiliki nilai yang…

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Persatuan Islam (Persis) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa Murni Proses Hukum

  • June 19, 2026
Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa  Murni Proses Hukum

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

  • June 19, 2026
UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

  • June 19, 2026
Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

  • June 19, 2026
OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa