Yogyakarta Jadi Kota Percontohan Penanganan Kanker Payudara

KASUS kanker payudara di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta  didominasi oleh perempuan pada rentang usia 20 hingga 54 tahun.

Saat merespons fenomena tersebut, Kota Yogyakarta secara resmi ditetapkan sebagai kota percontohan (pilot programme) nasional dalam penguatan kanker payudara.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menekankan bahwa penanganan kanker payudara menuntut pendekatan keperawatan yang berpusat pada manusia.

Bukan hanya fisik

Menurutnya, setiap individu memiliki perjalanan kanker yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya sebatas fisik.

“Obati orangnya, jangan hanya penyakitnya. Kebutuhan pasien berbeda-beda, tidak hanya kebutuhan fisik, tetapi juga ekologis, spiritual, dan sosial,” tegasnya saat peluncuran Yogyakarta Breast Cancer Inisiative.

Yayasan Kaker Indonesia Yogyakarta dalam rilis yang diterima www.mimbarnusantara.com, mengungkapkan faktor penting dalam keberhasilan program YBCI (Yogyakarta Breast Cancer Initiative) selain pelayanan medis adalah kehadiran pendamping yang mampu memberikan bantuan sesuai kebutuhan pasien.

BACA JUGA  Kapolda Minta Polairud Siap Hadapi Tantangan Zaman

“Melalui pendekatan kolaborasi dengan berbagai elemen, misalnya masyarakat, dapat membantu memberikan dukungan agar pasien kanker payudara dapat tuntas melakukan pengobatan medisnya,” jelas GKR Hemas.

Berkolaborasi

Sebagai informasi, program YBCI merupakan model operasional dari Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes berkolaborasi dengan City Cancer Challenge Foundation (C/Can) serta menunjuk FK-KMK UGM sebagai Lead Implementing Partner.

Ketua City Executive Committee YBCI, Dr. dr. Kartika Widayati, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial untuk memetakan kondisi riil di lapangan.
.
“YBCI membantu mengidentifikasi gap sistem, memperkuat koordinasi layanan, dan menetapkan prioritas aksi yang implementatif serta dapat direplikasi di kota lain di Indonesia,” jelasnya.

Struktur tata kelola

 Dr. Kartika memaparkan lagi YBCI lahir dari program delapan bulan bertajuk City Engagement Process (CEFP). Pada tahap ini, fokus utamanya adalah pembentukan struktur tata kelola untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan.

BACA JUGA  16,7% Penduduk Sleman Masuk Kelompok Lansia

Struktur tersebut mencakup City Executive Committee (CEC) sebagai badan pengarah dan pengambil keputusan strategis yang beranggotakan pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, masyarakat sipil, dan perwakilan pasien.

Di bawah CEC akan dibentuk Breast Cancer Working Group (BCWG) yang terdiri atas para pakar teknis.

“Kelompok kerja ini terbagi ke dalam empat pilar utama, yakni manajemen dan mutu layanan kanker, layanan diagnosis, layanan pengobatan, serta akses komunitas dan pasien,” jelasnya.

Kebutuhan nyata

Dekan Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah panjang institusi  FK-KMK selalu bertumpu pada keberpihakan pada kebutuhan nyata kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Wings Air Buka Layanan Penerbangan Yogyakarta - Surabaya

“Bagi kami, peluncuran program YBCI merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan kebijakan, ilmu, dan layanan kesehatan benar-benar menjawab tantangan kanker payudara di Indonesia,” ungkapnya.

Prof. Yodi menjelaskan bahwa dalam menjawab tantangan kanker payudara di Indonesia, tentu tidak bisa lepas dari persoalan sistemik yang menyangkut tata kelola, akses, literasi dan kebijakan.

Menurutnya, dengan penetapan Kota Yogyakarta sebagai Horizon City pertama di Indonesia, program YBCI dapat menjadi model operasionalisasi Rencana Aksi Nasional di tingkat kota yang kontekstual, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“YBCI hadir sebagai model operasionalisasi rencana aksi nasional di tingkat kota yang menghubungkan antara kebijakan nasional, bukti ilmiah, dan akses layanan,” pungkasnya. (AGT/N-02)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bencana Bayangi Jateng, 17,7 Juta Pemudik Diimbau Waspada

KEMACETAN dan ancaman bencana membayangi arus mudik lebaran 2026 di Jawa Tengah. Sedikitnya 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana terpetakan di jalur nasional, sementara 17,7 juta orang…

Pembagian Takjil dan Beras di Alun-Alun Sidoarjo Sempat Ricuh

AKSI pembagian takjil dan dan beras di kawasan Alun-Alun Sidoarjo yang dilakukan spontas oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana pada Sabtu (28/2) sore, diwarnai kericuhan. Ratusan warga saling berebut dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jakarta Electrik PLN Segel Tiket Terakhir Final Four

  • March 2, 2026
Jakarta Electrik PLN Segel Tiket Terakhir Final Four

Bezzecchi Juarai Moto-GP Thailand

  • March 1, 2026
Bezzecchi Juarai Moto-GP Thailand

Yogyakarta Jadi Kota Percontohan Penanganan Kanker Payudara

  • March 1, 2026
Yogyakarta Jadi Kota Percontohan Penanganan Kanker Payudara

Bencana Bayangi Jateng, 17,7 Juta Pemudik Diimbau Waspada

  • March 1, 2026
Bencana Bayangi Jateng, 17,7 Juta Pemudik Diimbau Waspada

Iran Berencana Mundur dari Piala Dunia 2026

  • March 1, 2026
Iran Berencana Mundur dari Piala Dunia 2026

Lontong Cap Go Meh di Festival Imlek Nasional Masuk Guinness World Record

  • March 1, 2026
Lontong Cap Go Meh di Festival Imlek Nasional Masuk Guinness World Record