Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

REKTOR Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid mewisuda 416 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dalam prosesi yang digelar di Auditorium Kahar Muzakkir, Sabtu (14/2).

Sebanyak 416 wisudawan tersebut terdiri atas 2 lulusan program ahli madya, 7 sarjana terapan, 327 sarjana, 72 magister, dan 8 doktor.

Dalam sambutannya, Fathul Wahid menyampaikan UII hingga kini telah melahirkan lebih dari 136.206 lulusan yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia maupun mancanegara.

“Setiap dari mereka membawa semangat UII, semangat untuk berilmu, berbuat baik, dan memberi makna bagi sesama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fathul menyinggung kabar duka yang terjadi awal Februari 2026 di Nusa Tenggara Timur, ketika seorang siswa sekolah dasar mengakhiri hidupnya karena orang tuanya belum mampu membelikan buku dan pensil.

“Setelah Indonesia merdeka lebih dari delapan puluh tahun, masih ada saudara-saudara kita yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Tentu ini bukan soal budaya, ada andil besar isu struktural di baliknya. Padahal salah satu tujuan negara yang tertulis jelas dalam konstitusi adalah menghadirkan kesejahteraan umum,” katanya.

BACA JUGA  Wisuda ITB Buktikan Pendidikan Inklusif

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin jarak antara cita-cita dan kenyataan yang masih harus diperjuangkan bersama.

Wisudawan utamakan empati sosial

Ia mengingatkan para lulusan bahwa di masa depan mereka akan berada di berbagai posisi strategis di pemerintahan, perusahaan, kampus, rumah sakit, lembaga keuangan, maupun organisasi masyarakat—yang memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan.

“Saudara tidak hanya akan bekerja. Saudara akan memengaruhi keputusan. Setiap keputusan selalu punya wajah manusia di baliknya,” tegasnya.

Fathul menitipkan pesan agar para wisudawan terus mengasah empati dan menjaga kepekaan sosial dalam menjalani karier dan pengabdian di mana pun berada.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi bekal penting untuk profesionalitas dan kualitas kerja. Namun tanpa empati, kecerdasan bisa kehilangan arah dan kebijakan berpotensi melukai manusia di lapangan.

BACA JUGA  Putech Wisuda 191 Lulusan Ahli Madya Teknik

“Empati adalah kemampuan untuk berhenti sejenak, lalu bertanya: siapa yang paling terdampak oleh keputusan ini? Apakah ada kelompok yang tertinggal? Apakah ada suara yang tidak terdengar?” ujarnya.

UII Wisuda Momentum Asah Kepekaan

Ia menambahkan, kepekaan sosial membuat seseorang tidak cepat puas dengan angka pertumbuhan ketika masih ada anak putus sekolah, tidak bangga dengan gedung-gedung tinggi saat masih ada keluarga yang kesulitan membeli alat tulis, serta tidak mudah berkata “itu bukan urusan saya” ketika ketidakadilan terjadi.

Fathul juga mengingatkan bahwa empati bukan tanda kelemahan. Justru sebaliknya, empati memperkuat keputusan secara moral dan kemanusiaan serta membuat dampaknya lebih berkelanjutan.

“Profesional yang unggul bukan hanya yang mumpuni, tetapi yang peduli. Pemimpin yang hebat bukan hanya yang cerdas, tetapi juga yang hatinya tetap lembut,” katanya.

BACA JUGA  Pameran Arsip Museum Pers Jogjakarta: Dari Revolusi Kemerdekaan Hingga Pasca-Reformasi

Ia menegaskan empati tidak tumbuh otomatis bersama gelar akademik, melainkan melalui kesediaan untuk mendengar, belajar, dan tidak menjauh dari realitas sosial.

Rektor pun mengajak seluruh lulusan agar pendidikan yang telah ditempuh tidak menjauhkan diri dari persoalan masyarakat, melainkan justru mendekatkan dan menghadirkan solusi nyata bagi mereka yang membutuhkan. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Antusiasme suporter Indonesia untuk menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 membludak. Panitia penyelenggara mengonfirmasi sebanyak 67 ribu tiket pertandingan final Indonesia melawan Thailand telah terjual habis atau sold out. Partai…

Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

Timnas Putri U-17 Indonesia telah tiba di Singapura pada Sabtu (3/10) siang untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027. Garuda Pertiwi siap bertanding pada laga pembuka Grup B melawan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

  • October 3, 2026
Sambut  Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

  • October 3, 2026
Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17