Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 2026. Bahkan, Pemprov tengah mengkaji relaksasi atau diskon PKB sekitar lima persen yang direncanakan berlaku hingga akhir tahun.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (13/2). Ia didampingi Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Muhammad Masrofi.

“Kami menegaskan, posisi tahun 2026 dibandingkan 2025 untuk pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah tidak ada kenaikan,” ujar Sumarno.

Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah menginstruksikan pengkajian kemungkinan penerapan relaksasi PKB sebesar kurang lebih lima persen pada 2026.

BACA JUGA  Koperasi Merah Putih Mampu Gerakkan Ekonomi Desa

Kebijakan tersebut mempertimbangkan dinamika di masyarakat terkait persepsi kenaikan pajak kendaraan bermotor, khususnya setelah penerapan opsen sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) serta PP Nomor 35 Tahun 2023.

Sesuai regulasi itu, Pemprov menerapkan opsen PKB sebesar 13,94 persen. Pada 2025, masyarakat sempat menikmati relaksasi “merah putih” berupa diskon sebesar 13,94 persen pada Januari hingga Maret.

PKB 2026 dan kebijakan diskon

Memasuki awal tahun ini, sebagian masyarakat merasakan kenaikan karena belum ada kebijakan diskon yang diterapkan. Karena itu, gubernur meminta dilakukan kajian untuk kemungkinan pemberian relaksasi PKB pada 2026.

“Besarannya kurang lebih lima persen. Rencananya akan kita lakukan sesuai kekuatan anggaran, yaitu sampai dengan akhir tahun,” jelas Sumarno.

BACA JUGA  Gubernur Jateng Tinjau Perbaikan Jalan Wiradesa–Kajen

Ia menambahkan, kajian tersebut mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan program pembangunan yang telah tertuang dalam APBD.

Selain rencana diskon PKB, pada 2026 Pemprov Jateng juga tetap menerapkan kebijakan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II untuk kendaraan bekas. Yang dibebaskan adalah pokok BBNKB, sementara pemilik kendaraan tetap membayar PKB, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk STNK/TNKB/BPKB, serta SWDKLLJ.

Sumarno menegaskan, potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, serta sektor pendidikan, termasuk program sekolah gratis untuk SMA dan SMK negeri.

Terkait opsen, ia menjelaskan kebijakan tersebut sejalan dengan UU Pajak Daerah. Jika sebelumnya menggunakan sistem bagi hasil, kini melalui mekanisme opsen, setoran dilakukan langsung oleh Samsat ke rekening kabupaten/kota. (*/S-01)

BACA JUGA  Program Makan Bergizi Gratis di Jateng Capai 6,3 Juta Penerima

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

KECELAKAAN maut yang melibatkan mobil gran max dengan truk colt diesel di jalan arteri Jamanis, Tasikmalaya, menyebabkan 4 orang meninggal di lokasi kejadian dan di Rumah Sakit (RS) Hermina. Selain…

Sri Sultan Ajak Kajati Baru Ciptakan Koordinasi Terbaik

GUBERNUR DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Sri Kuncoro pada Selasa (19/08) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sebagai Kajati DIY yang baru, Kuncoro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

  • August 19, 2026
Unhas dan Kedubes Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Multilateral

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

  • August 19, 2026
Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Kerja

Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

  • August 19, 2026
Pemkab Sleman Akan Imunisasi HPV Siswa dan Siswi Kelas V SD

Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

  • August 18, 2026
Rayakan HUT ke-81 RI, para Siswa Spemduta Ikuti Outdoor Learning

Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

  • August 18, 2026
Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal

  • August 18, 2026
Kecelakaan Mobil di Jalur Arteri Tasikmalaya, 4 Orang Meninggal