DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam.

Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah warga melaporkan banyaknya ikan yang mengambang di sepanjang aliran sungai. DLH bersama Polres Metro Tangerang Kota langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan mengambil sampel air serta ikan mati untuk diuji laboratorium.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, Hendri P. Syahputra, mengatakan langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Sebelum petugas melakukan cek lab, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane. Ada laporan ikan yang warnanya memerah, sehingga demi kesehatan masyarakat sebaiknya tidak dikonsumsi,” ujar Hendri.

BACA JUGA  Longsor di Rancahaur, Akses ke Kabupaten Bogor Putus

Ikan-ikan yang mati mendadak tersebut diduga terkait pencemaran limbah dari gudang penyimpanan bahan insektisida di kawasan Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, yang terbakar pada Senin (9/2) siang.

Wali Kota Tangerang telah memerintahkan DLH untuk memeriksa kualitas air sungai guna memastikan penyebab kematian ikan. Pemerintah Kota Tangerang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meninjau dampak pencemaran di sepanjang aliran Cisadane.

Selain kematian ikan, dampak lain yang dirasakan warga adalah terganggunya layanan air bersih PDAM. Layanan dihentikan sejak Senin (9/2) pukul 23.00 WIB. Melalui media sosial, Aetra Tangerang menyampaikan terjadi penurunan kualitas air baku akibat meningkatnya kadar polutan di Sungai Cisadane.

BACA JUGA  OTT KPK di Tangerang, Jaksa dan Pengacara Diamankan

Penurunan kualitas tersebut membuat instalasi pengolahan air belum dapat beroperasi secara optimal karena memerlukan pemeriksaan ketat.

Berdasarkan informasi yang beredar di grup percakapan warga, gangguan layanan air terjadi di wilayah Tangerang Raya, meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Warga juga melaporkan air sungai berbau, berbusa, dan berubah warna.

Hingga kini, pihak PDAM belum mengumumkan kapan layanan air bersih akan kembali normal. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tim SAR Gabungan Tunda Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter

TIM pencarian gabungan memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air, besok. Pasalnya, kondisi medan dan keterbatasan jarak pandang di lokasi jatuhnya helikopter di Sekadau menyulitkan proses…

Baru Enam Hari Jadi Ketua Ombudsman, Hery Susanto Ditahan Kejagung

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) resmi menetapkan Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 Hery Susanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan tata kelola usaha pertambangan nikel tahun 2013-2025. Padahal baru…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Faujiana Fatah Resmi Jabat Ketua DPC Hiswana Migas Priangan Timur

  • April 17, 2026
Faujiana Fatah Resmi Jabat Ketua DPC Hiswana Migas Priangan Timur

Gebuk Electric PLN, Gresik Phonska Segel Tiket ke Grand Final

  • April 16, 2026
Gebuk Electric PLN, Gresik Phonska Segel Tiket ke Grand Final

Tim SAR Gabungan Tunda Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter

  • April 16, 2026
Tim SAR Gabungan Tunda Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter

Belum Terkalahkan, LavAni Selangkah Menuju Gelar Juara Putaran Kedua

  • April 16, 2026
Belum Terkalahkan, LavAni Selangkah Menuju Gelar Juara Putaran Kedua

2.995 Peserta Ikuti UTBK UPN Veteran Yogyakarta

  • April 16, 2026
2.995 Peserta Ikuti UTBK UPN Veteran Yogyakarta

Sasar Santri, Satlantas Polresta Sidoarjo Tekankan Budaya Safety Riding

  • April 16, 2026
Sasar Santri, Satlantas Polresta Sidoarjo Tekankan Budaya Safety Riding