400 Siswa SMAK Untung Suropati Ikuti Program “Live In Profesi”

SEDIKITNYA 400 siswa kelas 10 dan 11 SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo mengikuti program inovatif bertajuk “Live In Profesi” dengan menghadirkan praktisi dari 10 bidang pekerjaan berbeda, Sabtu (7/2).

Program yang baru pertama kali digelar ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai dinamika dunia kerja.

Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berdialog dengan praktisi dari berbagai bidang, mulai dari bisnis, kedokteran, psikologi, pertambangan, arsitektur, PLN, hingga aparat penegak hukum dari kepolisian dan pengadilan.

Bidang bisnis menjadi kelas dengan peminat terbanyak hingga harus dibuka menjadi dua sesi. Selain itu, bidang kesehatan seperti dokter dan psikologi juga menarik minat besar.

Sekolah juga merespons perkembangan teknologi dengan menghadirkan kelas pemrograman yang membahas kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sejalan dengan kurikulum baru.

BACA JUGA  Ivan Sugianto Ditangkap Polisi Saat Turun dari Pesawat di Juanda

Menariknya, jika kelas bisnis didominasi siswi perempuan, kelas programmer justru mayoritas diikuti siswa laki-laki. Dari sekitar 70 peserta kelas pemrograman, hanya delapan di antaranya perempuan.

Perdalam dunia profesi

Salah satu peserta kelas programmer, Jolin Stella Angelica Ante, siswi kelas 11, mengaku sengaja memilih kelas tersebut untuk memperdalam pemahaman tentang dunia teknologi informasi.

“Saya mendapat ilmu tentang keahlian dasar yang harus dimiliki sebelum terjun ke dunia kerja IT,” ujar Jolin.

Ia mengaku semakin mantap menekuni bidang Data Analyst karena melihat prospek kerja yang luas dan peluang karier yang menjanjikan. Meski profesi programmer masih didominasi laki-laki, Jolin menilai hal itu bukan penghalang.

“Pilihan profesi bergantung pada prinsip dan tujuan hidup masing-masing. Karena saya punya tujuan yang jelas, gender bukan hambatan,” tegasnya.

BACA JUGA  KY Pantau Sidang Dugaan Pelecehan Seksual Perwira TNI AL

Sementara itu, siswa lainnya, William Aiden Wijaya, memilih kelas bisnis karena ingin mengembangkan usaha yang telah ia rintis. Sejak beberapa waktu terakhir, William sudah menjalankan usaha pakaian secara online maupun offline.

“Saya sudah mulai jualan baju dan barang bekas. Ikut kelas ini supaya tahu cara mengembangkan bisnis saya ke depan,” katanya.

Dari sesi bersama praktisi, William menyadari bahwa menjadi pengusaha membutuhkan mental kuat dan kemampuan manajemen yang baik. Tantangan terbesar bukan hanya modal, melainkan strategi pemasaran dan membangun kepercayaan pelanggan.

Live In Profesi untuk persiapan masa depan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAK Untung Suropati Sidoarjo, Agus Triyono, mengatakan tingginya minat siswa menunjukkan kesadaran mereka untuk mempersiapkan masa depan sejak dini.

BACA JUGA  Forkopimda Sidoarjo Tanam Jagung di Ponpes Bumi Sholawat

“Anak-anak ingin sukses sebagai pengusaha sehingga kelas bisnis sangat padat. Untuk kelas programmer, kami menghadirkan alumni yang membahas penerapan AI di dunia nyata,” ujarnya.

Menurut Agus, program ini merupakan kegiatan kokurikuler wajib yang dirancang untuk membekali siswa dengan soft skill, kemampuan kolaborasi, serta gambaran nyata dunia kerja.

“Tujuannya agar siswa memahami dunia kerja sesungguhnya, bukan hanya teori, sehingga mereka bisa bersiap sejak dini,” katanya.

Sekolah berencana menjadikan “Live In Profesi” sebagai agenda tahunan guna membantu siswa memetakan pilihan karier secara lebih realistis dan terarah. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

  • February 10, 2026
Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

  • February 10, 2026
DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane