Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terjaring OTT KPK

Sengketa lahan antara PT KRB dan masyarakat Depok berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan terjaring OTT pada Kamis (5/2) malam.

Selain keduanya, lima orang lainnya turut diamankan. Total ada tujuh orang yang terjaring dalam operasi tersebut, terdiri atas tiga orang dari PN Depok dan empat orang dari pihak PT KRB, termasuk salah satu direkturnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, OTT tersebut diduga berkaitan dengan sengketa lahan antara PT KRB dan masyarakat yang tengah berproses di PN Depok.

BACA JUGA  OTT KPK Wamenaker: Puluhan Mobil hingga Motor Ducati Disita

“Ini diduga terkait dengan sengketa lahan antara PT KRB, yang merupakan badan usaha di ekosistem Kementerian Keuangan yang fokus pada pengelolaan aset, salah satunya dalam perkara sengketa lahan dengan masyarakat yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Depok,” ujar Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/2).

Namun, Budi menyebut detail perkara belum dapat diungkap karena penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk dugaan adanya kesepakatan atau meeting of minds terkait penerimaan uang.

“Saat ini kami masih mendalami terkait penerimaan uang dari pihak PT KRB kepada pihak PN Depok, serta kaitannya dengan proses sengketa lahan antara PT KRB dan masyarakat,” katanya.

PT KRB atau PT Karabha Digdaya, perusahaan yang berdiri sejak 1989, diketahui bersengketa dengan warga Tapos, Depok, terkait lahan seluas 6.520 meter persegi. Perusahaan tersebut mengklaim kepemilikan lahan berdasarkan Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah (SPPHAT).

BACA JUGA  KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid

PN Depok sebelumnya telah melakukan eksekusi pembebasan lahan seluas 6.520 meter persegi pada 29 Januari 2026.

OTT KPK dilakukan tak lama setelah eksekusi tersebut. Dalam operasi itu, KPK mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah. Hingga kini, KPK masih mendalami asal-usul uang tersebut serta pihak yang memberi dan menerima. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga hari pada 25 hingga 27 September 2026 merupakan bohong alias hoaks. Kadiskominfo Kota Bandung, Henryco Arie…

Ini Ultimatum Anthony Hudson, Target Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih tim nasional Thailand, Anthony Hudson, menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/9) petang, Thailand langsung memusatkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

  • September 25, 2026
SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

  • September 25, 2026
Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

  • September 25, 2026
Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental

  • September 25, 2026
Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental