Solidaritas Negara Teluk Menguat, Hegemoni Militer AS Meredup

NEGARA-negara Teluk (Gulf States) Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) di awal 2026 ini menunjukkan sikap terjadinya perubahan geopolitik wilayah tersebut.

Negara-negara yang berada di ujung selatan Semenajung Hijaz di Teluk Persia yang berhadapan Iran itu mengambil langkah menutup wilayah darat, laut, dan udara dan tidak mengizinkan Donald Trump menggunakan wilayah tersebut menjadi pangkalan  untuk menyerang Iran.

“Keputusan itu menandai berkurangnya pengaruh militer Amerika Serikat di kawasan. Ini bukan keputusan teknis. Ini pernyataan politik tentang kedaulatan dan otonomi strategis kawasan,” kata Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Bachtiar Nasir dalam sebuah diskusi di Yogyakarta, Sabtu.

BACA JUGA  Akhiri Perang Ukraina Pejabat AS-Rusia Bertemu di Riyadh

Stabilitas regional

Langkah negara-negara teluk (gulf states) ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin wlayahnya meniadi bagian dari konflik terbuka Amerika Serikat – Iran.

“Penutupan akses militer mencerminkan kehendak menjaga stabilitas regional dan kepentingan nasional masing-masing negara,” ujarnya.

Bachtiar merujuk pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada 27 Januari 2026. Saat itu, MBS menegaskan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Arab Saudi tidak mengizinkan wilayah mereka dipakai untuk menyerang Iran.

Sikap serupa disampaikan Uni Emirat Arab sehari sebelumnya. “Para pemimpin Teluk kini lebih rasional. Mereka memahami risiko besar jika wilayahnya dijadikan pangkalan serangan,” ujar Bachtiar.

Pertimbangan ekonomi

Ia menilai keputusan itu juga didorong pertimbangan ekonomi. Arab Saudi dan UEA sedang menjalankan transformasi besar melalui proyek pembangunan jangka panjang. Stabilitas kawasan menjadi syarat utama.

BACA JUGA  Iran Siap Hentikan Serangan jika Isreal tak lagi Menyerang

“Perang akan menghancurkan iklim investasi. Itu bertentangan dengan visi ekonomi mereka,” kata dia.

Penutupan akses wilayah ini, lanjut Bachtiar, memukul perhitungan militer Amerika Serikat. Washington kini harus mengandalkan pangkalan yang lebih jauh dan mahal secara logistik.

Bachtiar melihat pergeseran ini sebagai tanda berakhirnya era Timur Tengah sebagai arena kepentingan kekuatan besar. Negara-negara kawasan mulai membangun arsitektur keamanan sendiri.

Solidaritas politik

“Perdamaian ke depan tidak ditentukan oleh kekuatan senjata asing, tetapi oleh dialog dan integrasi kawasan,” ujarnya.

Bachtiar Nasir kemudian juga menyoroti relevansinya bagi Indonesia. Ia mendorong tokoh dan pemimpin Muslim di Tanah Air memperkuat solidaritas politik dan ukhuwah strategis.

“Indonesia tidak boleh menjadi penonton. Kita harus menjadi jangkar bagi kemandirian dunia Islam,” kata Bachtiar. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Rusia Siap Balas Uji Senjata Nuklir Amerika Serikat

Dimitry Ramadan

Related Posts

Iran Disebut Siap Perang Berbulan-bulan dengan AS

PERNYATAAN para pejabat Iran bahwa mereka siap berperang selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat dan Israel bukan bualan belaka. Hal itu bahkan diakui sendiri oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Menurut…

Parlemen Italia Resmi Dukung Hibah Kapal Induk Garibaldi untuk Indonesia

PARLEMEN Italia akhirnya mendukung rencana pemerintah untuk menyumbangkan kapal induk tua mereka ke Indonesia. Sebab hal itu dinilai akan memperkuat hubungan kedua negara sekaligus menghindari biaya pembongkaran dan perawatannya yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

  • May 13, 2026
Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba