METI Dorong Transisi Energi Berkeadilan Dukung Target NZE 2060

MASYARAKAT Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan komitmennya mendorong percepatan transisi energi berkeadilan guna mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Komitmen tersebut sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto untuk mempensiunkan penuh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun, METI menilai kebijakan itu harus diiringi langkah strategis dan kolaboratif agar tidak mengganggu pasokan listrik nasional serta tetap menjamin keadilan energi bagi seluruh masyarakat.

Ketua Umum METI Zulfan Zahar mengatakan, pensiun dini PLTU membutuhkan pembiayaan besar dan perencanaan matang agar program elektrifikasi nasional tetap berjalan optimal, terutama di daerah terpencil.

“Transisi energi harus memastikan keadilan. Energi terbarukan harus menjadi tulang punggung elektrifikasi di seluruh pelosok Indonesia. Ini memerlukan dukungan kebijakan yang kuat, ekosistem usaha yang sehat, dan kepastian investasi,” ujar Zulfan dalam Bincang Energi dan Peluncuran METI Energi Muda Provinsi Jawa Barat di Kampus ITB, Jumat (30/1).

BACA JUGA  Proyek Geothermal Cipanas Berperan Dalam Transisi Energi

Menurut Zulfan, diperlukan penyesuaian Perpres 112 Tahun 2022, penyempurnaan mekanisme pengadaan listrik berbasis konsep supply create demand, serta percepatan pengesahan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET).

“METI siap menjadi mitra strategis pemerintah dan DPR untuk mempercepat transisi energi berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, RUPTL 2025–2034 telah menetapkan target ambisius dengan 75 persen penambahan kapasitas pembangkit baru berasal dari energi terbarukan, atau sekitar 42 GW dari total 69,5 GW.

Percepat pengembangan energi bersih

Melalui Komite Energi Terbarukan, METI aktif berkoordinasi dengan berbagai asosiasi untuk mempercepat pengembangan energi bersih. Masukan kebijakan terkait revisi Perpres 112/2022, perbaikan mekanisme pengadaan PLN, serta RUU EBET dan RUU Ketenagalistrikan telah disampaikan dalam RDPU Komisi XII DPR RI pada Desember 2025.

Di sisi pendanaan, METI menginisiasi program Access to Finance for Just Energy Transition (AFJET) guna membuka akses pembiayaan inovatif bagi proyek energi terbarukan. Program ini mendorong dialog antara lembaga keuangan dan pengembang untuk mengatasi hambatan investasi.

BACA JUGA  Transisi Energi Jadi Tantangan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selain itu, METI mendorong elektrifikasi berbasis energi terbarukan melalui program Desa/Pulau Mandiri Energi dengan target 10 desa dan pulau hingga 2028. Salah satu proyek unggulan adalah Nusa Penida 100 Persen Energi Terbarukan.

Dalam program tersebut, METI memfasilitasi investasi pembangkit sesuai potensi lokal, mendorong peran IPP dan EPC dalam negeri, membangun pusat pelatihan SDM, serta meningkatkan pemahaman masyarakat melalui forum komunikasi.

Untuk mendukung target nasional, METI bersama para pemangku kepentingan akan menyusun Peta Jalan Pengembangan 100 GW Energi Terbarukan sebagai acuan strategis yang mencakup aspek kebijakan, mekanisme pengadaan, pembiayaan, dan kerangka hukum.

Penciptaan green jobs

METI juga menekankan pentingnya penciptaan green jobs agar transisi energi tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind). Penguatan kapasitas SDM dinilai krusial agar transisi energi menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Hidrogen dari Pasir Silika Jadi Terobosan Energi Masa Depan

Sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, METI akan membentuk Forum Transisi Energi Berkeadilan untuk mengatasi hambatan pengembangan energi terbarukan, meningkatkan literasi publik, serta memperkuat peran energi bersih dalam mitigasi bencana dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

Dalam kesempatan tersebut, METI juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah menertibkan izin lingkungan dan pemanfaatan hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada Januari 2026. Kebijakan itu dinilai sejalan dengan agenda NZE dan pembangunan ekonomi hijau. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ini Ultimatum Anthony Hudson, Target Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih tim nasional Thailand, Anthony Hudson, menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/9) petang, Thailand langsung memusatkan…

Hubungkan Bisnis Halal di Asia Pasifik, B57+ Raih Penghargaan di Indonesia Halal Awards

KOMITMEN B57+ Asia-Pacific Regional Chapter dalam menghubungkan bisnis halal di pasar Asia Pasifik berbuah manis. Mereka dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in Asia-Pacific Halal Business Diplomacy and Economic Connectivity pada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks