Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak K9 Cari Korban Longsor

POLDA Jawa Barat menerjunkan unit anjing pelacak (K9) untuk mempercepat pencarian korban yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tim K9 dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan dan area yang diduga masih terdapat korban di bawah material longsoran. Kehadiran anjing pelacak diharapkan dapat membantu proses pencarian di tengah kondisi medan yang sulit, berlumpur, serta dipenuhi reruntuhan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pengerahan unit K9 merupakan langkah strategis untuk mendukung kerja tim gabungan di lapangan.

“Polda menerjunkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor. Upaya ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan aman bagi seluruh petugas,” ujar Hendra, Kamis (29/1).

BACA JUGA  43 Bayi Jadi Korban TPPO di Jabar, 6 Pelaku masih Buron

Selain unit K9, Polda Jabar juga mengerahkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, tim medis, dan relawan. Seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi bencana karena masih berpotensi terjadi longsor susulan,” katanya.

Polda Jabar bersama TNI, pemerintah daerah, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi korban dan keluarga terdampak serta memastikan proses pencarian dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan para pengungsi akan dipindahkan dari Kantor Desa Pasirlangu ke hunian sementara.

Terdapat dua opsi yang disiapkan bagi pengungsi. Pertama, menempati hunian sementara yang dibangun pemerintah. Kedua, mencari hunian secara mandiri dengan mendapatkan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan.

BACA JUGA  Menteri PPPA: Ibu-Ibu Korban Longsor Pasirlangu Trauma Berat

“Pengungsi direncanakan menempati hunian sementara selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2026. Jika hingga Maret hunian tetap belum selesai dibangun, masa tinggal akan diperpanjang,” ujar Suharyanto.

Berdasarkan data sementara, terdapat 48 rumah yang terdampak langsung longsor. Rumah-rumah tersebut akan dibangun kembali di lokasi baru yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana. Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah seiring proses pendataan yang sedang berlangsung. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Basarnas Terus Lakukan Pencarian Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

BASARNAS masih terus melakukan pencarian 130 orang dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu. “Prioritas operasi diarahkan pada pencarian…

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

POLDA Metro Jaya masih terus mengusut aktor utama ataupun dalang di balik aksi demo yang berujung ricuh pada 27 Agustus lalu. Diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Basarnas Terus Lakukan Pencarian Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

  • September 13, 2026
Basarnas Terus Lakukan Pencarian  Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

  • September 13, 2026
Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

  • September 13, 2026
Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara