
BADAN Geologi Kementerian ESDM menyatakan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masuk dalam Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT).
Berdasarkan hasil pemetaan, wilayah terdampak longsor tersebut tergolong dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Artinya, potensi pergerakan tanah cukup tinggi, terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1), menjelaskan bahwa kondisi morfologi yang curam serta keberadaan batuan vulkanik yang telah lapuk menjadi faktor utama yang melemahkan struktur tanah.
“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara morfologi lereng yang curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” ujar Lana.
Zona rawan longsor dan pemotongan lereng
Selain faktor alam, aktivitas manusia turut memperbesar risiko longsor. Pemotongan lereng untuk pembangunan permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, dinilai menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.
Wilayah terdampak diketahui memiliki kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. Badan Geologi pun mengimbau warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng curam juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi gerakan tanah susulan masih cukup tinggi. (*/S-01)







