Ketua Parlemen Iran Akui Ribuan Tewas di Tengah Protes Nasional

KETUA Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf secara terbuka mengakui besarnya skala kekerasan yang terjadi selama gelombang protes dalam sidang parlemen Iran, Senin (19/1). Ia menyebut telah terjadi “perang perkotaan, serangan bersenjata, dan pembunuhan terhadap beberapa ribu orang” pada Kamis dan Jumat sebelumnya.

Laporan dari National Council of Restistance of Iran Foreign Affairs Committee (NCRI) , pengakuan tersebut tergolong langka, mengingat otoritas Iran selama ini kerap menutup-nutupi jumlah korban.

Namun, Ghalibaf tidak mengaitkan kerusuhan dengan krisis ekonomi maupun represi politik di dalam negeri. Ia justru menuding adanya campur tangan asing, dengan menyalahkan Amerika Serikat dan menyebut Presiden AS sebagai pihak yang “memicu hasutan”.

BACA JUGA  Jerman Tidak Yakin, AS Bakal Berani Gelar Operasi Darat ke Iran

Ghalibaf juga menuding Washington menginstruksikan penyebaran “narasi pembunuhan” dan mendorong para pengunjuk rasa untuk tetap berada di jalanan.

Ketua Parlemen upaya konsolidasi

Di hadapan parlemen, Ghalibaf berupaya mengonsolidasikan dukungan dengan memuji Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai “jiwa bangsa Iran” dan “suara kaum tertindas”.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan realitas di lapangan, di mana seruan “Matilah Khamenei” dan “Khamenei akan digulingkan” menjadi slogan utama demonstrasi.

Meski demikian, Ghalibaf mengakui ribuan anggota milisi Basij dan aparat kepolisian mengalami luka-luka, yang mencerminkan beratnya tekanan yang kini dihadapi rezim.

Dampak kemanusiaan dari gelombang protes ini turut disorot dengan tewasnya Abbasali Ramezani (74), seorang anggota lama Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI/MEK). Ia dilaporkan ditembak aparat keamanan di Boulevard Vakilabad, Mashhad.

BACA JUGA  FIFA Sebut tidak akan Tunda Jadwal Piala Dunia

Internet Diblokir, Iran Kian Terisolasi

Di tengah eskalasi konflik, otoritas Iran juga memperketat pembatasan digital. Lembaga pemantau internet NetBlocks mengonfirmasi pemadaman internet nasional telah berlangsung selama 12 hari, dengan konektivitas nasional berada pada tingkat minimum.

Data menunjukkan pemerintah Iran tengah menguji penerapan jaringan intranet nasional dengan penyaringan ketat, yang berpotensi memutus akses masyarakat Iran secara permanen dari internet global.

Langkah ini dinilai sebagai upaya rezim untuk membatasi arus informasi dan menghambat koordinasi aksi protes, di tengah meningkatnya tekanan domestik dan internasional.

Peristiwa ini menyebabkan adanya penolakan tidak langsung terhadap Iran dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos. (*/S-01)

 

BACA JUGA  Trump Disebut Mulai Putus Asa Hadapi Iran

Siswantini Suryandari

Related Posts

Iran Disebut Siap Perang Berbulan-bulan dengan AS

PERNYATAAN para pejabat Iran bahwa mereka siap berperang selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat dan Israel bukan bualan belaka. Hal itu bahkan diakui sendiri oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Menurut…

Gemilang di Kancah Dunia: SD Islam PB Soedirman Torehkan Prestasi Internasional di SEJATI IACF

PRESTASI membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Islam PB Soedirman dalam ajang internasional SEJATI International Art and Culture Festival (IACF) yang diselenggarakan di Malaysia. Keikutsertaan siswa-siswi dalam festival seni dan budaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan