
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Haris Martapa, Minggu menjelaskan akibat cuaca ekstrem pada Sabtu (17/1) menyebabkan 135 rumah rusak, 47 pohon tumbang, dan 1 mobil tertimpa pohon.
Dikatakan area yang terdampak ini meliputi wilayah Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Ngaglik, Kapanewon Pakem dan Kapanewon Turi.
“Titik dampak yang terbanyak di Kapanewon Pakem,” katanya.
Secara rinci, Haris Martapa menjelaskan, di Kapanewon Cangkringan, titik yang terdampak ada di Kalurahan Umbulharjo, 7 lokasi di Padukuhan Gambretan, 2 lokasi di Padukuhan Karanggeneng, 2 lokasi di Kalurahan Wukirsari yakni di Padukuhan Cangcangan , dan 1 lokasi di Padukuhan Bedoyo.
“Di Kapanewon Ngaglik, yang terdampak ada dua lokasi, di Padukuhan Tegalrejo Kalurahan Sariharjo dan di Padukuhan Candirejo Kalurahan Sardonoharjo,” jelasnya.
Sedangkan di Kapanewon Pakem, lanjutnya terdata ada 137 titik terdampak. Namun yang terbanyak di Kalurahan Purwobinangun, tepatnya di Padukuhan Kemiri 42 lokasi kejadian dan di Padukuhan Boyong 73 lokasi.
Serta di sejumlah padukuhan lainnya di Kalurahan Hargobinangun.Sedangkan di Kapanewon Turi, angin kencang menyebabkan dua pohon tumbang di Padukuhan Gondoarum yang menyebabkan kerusakan jaringan listrik.
BPBD Kabupaten Sleman, ujarnya, terus melakukan asesmen data, koordinasi dengan pihak lain serta melakukan pemotongan pohon tumbang. (AGT/N-01)







