1.597 Petugas Diterjunkan, Bandung Percepat Pemilahan Sampah

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan paling krusial yang saat ini dihadapi Kota Bandung. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai momen penentuan dalam upaya menyelamatkan kota dari krisis sampah yang kian mengkhawatirkan.

Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung menghadapi pengurangan kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung memilih untuk tidak menunggu dampak kebijakan tersebut dan langsung mengambil langkah-langkah antisipatif.

Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah penguatan edukasi pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bandung akan merekrut sebanyak 1.597 petugas yang akan ditempatkan di setiap RW guna mendampingi pengelolaan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Sertifikasi Aset Jadi Dasar Penataan Pelaku Usaha di Bandung Zoo

“Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah pada hari yang sama,” ujar Farhan, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada pengangkutan, sehingga masyarakat cenderung merasa cukup hanya dengan membayar retribusi. Pola pikir tersebut dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Menurut Farhan, pemilahan sampah merupakan langkah paling sederhana, namun menjadi faktor paling menentukan dalam penyelesaian persoalan sampah. Ia mencontohkan, satu jenis makanan saja dapat menghasilkan beberapa jenis sampah berbeda yang seharusnya dipisahkan sejak awal.

Farhan mengakui, perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat bukanlah hal mudah dan tidak akan memberikan hasil secara instan. Namun demikian, ia meyakini bahwa perubahan paradigma merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Pastikan Info Penutupan Jalan Hoaks

“Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban,” tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta partisipasi aktif masyarakat, Wali Kota Bandung optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis sampah dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (Rava/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa membenarkan hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Dikatakan Haris, di Niten, Nogotirto, Gamping, Sleman akibat hujan…

Gubernur Jabar Bakal Tindak Ormas Penguasa Perlintasan Kereta

SAAT menyikapi permasalahan banyaknya palang pintu lintasan rel kereta api yang dikuasai oleh organisasi kemasyarakatan (Ormas), Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengaku akan menindak secara tegas. “Pemerintah akan menindak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

  • April 30, 2026
Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

  • April 30, 2026
Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak

  • April 29, 2026
Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak