Banjir Bandang Sitaro Tewaskan 11 Orang, Lima Orang Hilang

JUMLAH korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bertambah menjadi 11 orang. Data tersebut diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (5/1) pukul 19.00 WIB.

Selain korban meninggal, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Dari total 11 korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi, sementara lima jenazah lainnya masih dalam proses pendataan. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro telah memberikan fasilitas pemakaman bagi para korban.

Operasi search and rescue (SAR) sempat dihentikan sementara akibat kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan di lokasi terdampak. Operasi SAR direncanakan dilanjutkan pada Selasa (6/1), apabila kondisi cuaca memungkinkan.

BACA JUGA  Relokasi Warga Lereng Gunung Lewatobi Laki-laki Jadi Opsi

Bencana ini juga berdampak pada 143 kepala keluarga (KK) atau 444 jiwa yang terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah setempat telah membuka pos pengungsian sementara di Gedung GMIST Bethbara, serta menyiapkan perlengkapan tidur, kebutuhan anak (kids ware), dan makanan siap saji bagi para pengungsi.

Tanggap darurat banjir bandang Sitaro

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak banjir bandang meluas hingga empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

BACA JUGA  Satu Keluarga di Garut Tewas akibat Tanah Longsor

Untuk membuka kembali akses jalan yang terputus, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan wheel loader ke lokasi bencana. Pengerjaan akan dilakukan setelah kondisi cuaca dinilai aman. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

TANJUNG Verde belum berhenti membuat kejutan. Bahkan mereka mencetak sejarah dengan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kesuksesan itu didapat Tanjung Verde seusai menahan imbang Arab Saudi 0-0…

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

OUSMANE Dembele tampil kesetanan. Penyerang Paris Saint-Germain itu mencetak tiga gol (hattrick) saat membawa Prancis menggasak Norwegia 4-1 pada laga penutup Grup I Piala Dunia, Sabtu dinihari WIB. Dalam duel …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

  • June 26, 2026
Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026

  • June 26, 2026
Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026