Doraemon Resmi Hentikan Tayang di RCTI Setelah 38 Tahun

FILM anime Jepang Doraemon resmi mengakhiri penayangannya di layar kaca RCTI setelah menemani pemirsa Indonesia selama 38 tahun.

Serial Doraemon pertama kali tayang di RCTI pada 13 November 1988, bertepatan dengan masa siaran percobaan stasiun televisi tersebut. Sejak saat itu, Doraemon menjadi salah satu program andalan dengan alih suara bahasa Indonesia dan rutin hadir menemani anak-anak Indonesia.

Dalam perjalanannya, jadwal tayang Doraemon sempat berubah-ubah, namun popularitasnya tak pernah surut. Anime kucing biru dari Jepang itu telah menjadi tontonan lintas generasi dan melekat dalam ingatan penonton hingga kini.

Sebelum hadir di televisi, Doraemon lebih dulu dikenal masyarakat Indonesia melalui komik terjemahan pada akhir 1980-an. Komik Doraemon diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, yang dikenal sebagai pelopor penerbitan komik Jepang atau manga di Indonesia. Selain serial televisi, Doraemon juga hadir dalam bentuk film layar lebar.

BACA JUGA  Nobuyo Oyama Pengisi Suara Doraemon Tutup Usia

Doraemon pertama kali terbit pada 1969 dalam majalah anak-anak di Jepang. Ceritanya mengisahkan robot kucing dari abad ke-22 yang dikirim ke masa lalu untuk membantu seorang anak bernama Nobita Nobi menghadapi berbagai persoalan hidup.

Karya ini diciptakan oleh Fujiko F. Fujio, nama pena dari Hiroshi Fujimoto (1933–1996), seorang mangaka legendaris asal Jepang. Selain menghibur, Doraemon juga sarat pesan tentang persahabatan, moral, dan penggunaan teknologi.

Seiring waktu, Doraemon berkembang menjadi ikon budaya pop Jepang yang mendunia dan sangat populer di Indonesia melalui komik dan tayangan televisi.

Bagi banyak pemirsa, Doraemon bukan sekadar tontonan anak-anak. “Doraemon adalah bagian dari masa kecil kami. Setiap Minggu pagi rasanya belum lengkap tanpa Nobita dan kantong ajaib Doraemon,” ujar Rina (34), salah satu penggemar Doraemon.

BACA JUGA  Nobuyo Oyama Pengisi Suara Doraemon Tutup Usia

Hal senada diungkapkan Adi (42), yang mengaku tumbuh bersama tayangan tersebut. “Dari SD sampai punya anak, Doraemon tetap ditonton. Berhentinya tayangan ini seperti menutup satu bab nostalgia masa kecil,” katanya.

Berhentinya penayangan Doraemon di RCTI pun meninggalkan rasa kehilangan bagi para penggemarnya, mulai dari Generasi X, Milenial, hingga Generasi Z, yang tumbuh bersama kisah Nobita dan kawan-kawan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • July 24, 2026
Sri Sultan Bahas Isu Kebangsaan Bersama Gerakan Nurani Bangsa

GUBERNUR  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima silaturahmi para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7)…

Manohara Hotel Tawarkan Jelajah Goa Jomblang

THE Manohara Hotel Yogyakarta terus berinovasi. Mereka mengajak para tamu untuk mengikuti paket wisata dengan menjelajahi destinasi unik dan ikonik di Yogyakarta, Jomblang Cave Excursion Package. Sebagai hotel berbintang yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gulung Australia, Tim Voli Indonesia ke Perempat Final AVC Continental

  • August 26, 2026
Gulung Australia, Tim Voli Indonesia ke Perempat Final AVC Continental

Tim SAR Temukan Satu Wisatawan Meninggal di Pantai Karangpapak Santolo

  • August 26, 2026
Tim SAR Temukan Satu Wisatawan Meninggal di Pantai Karangpapak Santolo

Kebakaran di TPA Nangkaleah belum Padam, Delapan Kampung Terdampak Asap

  • August 26, 2026
Kebakaran di TPA Nangkaleah belum Padam, Delapan Kampung Terdampak Asap

Banjir Bandang Terjang Parigi, Sulteng

  • August 26, 2026
Banjir Bandang Terjang Parigi, Sulteng

Pemkab Sleman Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa Magang

  • August 26, 2026
Pemkab Sleman Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa Magang

Merawat Asa Penyintas SMA dan Penyakit Langka

  • August 26, 2026
Merawat Asa Penyintas SMA dan Penyakit Langka