Vaksin Heksavalen Mulai Diperluas,Target Nasional 2026

PEMERINTAH terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui penguatan Program Imunisasi Nasional, salah satunya dengan memperluas penggunaan vaksin Heksavalen. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya sekaligus membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa imunisasi membantu tubuh membentuk antibodi sehingga anak terlindungi dari risiko sakit berat, kecacatan, hingga kematian.

Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata juga berperan penting dalam melindungi kelompok rentan yang tidak dapat menerima imunisasi karena kondisi kesehatan tertentu.

“Imunisasi bukan hanya melindungi anak yang menerima vaksin, tetapi juga masyarakat luas. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk bila cakupan imunisasi tinggi dan merata,” ujar Indri.

Imunisasi lengkap dan tepat waktu menjadi kunci pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Anak yang belum atau terlambat menerima imunisasi memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit menular dan berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

BACA JUGA  Penyakit Campak Merebak, Imunisasi Anak Harus Dilengkapi

“Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Anak yang terlewat jadwal tetap perlu mendapatkan imunisasi kejar agar kekebalan tubuhnya terbentuk dan risiko penularan penyakit dapat ditekan,” tambahnya.

Vaksin Heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b, serta polio. Penggunaan vaksin ini menggantikan pemberian terpisah vaksin DPT-HB-Hib dan IPV.

Penerapan vaksin kombinasi bertujuan mengurangi jumlah suntikan, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta mempercepat pembentukan kekebalan di masyarakat.

“Dengan vaksin Heksavalen, suntikan ganda dapat dikurangi sehingga imunisasi menjadi lebih nyaman bagi anak dan orang tua. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi,” jelas Indri.

BACA JUGA  Layanan Poli RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dibuka

Vaksin Heksavalen dilakukan rutin untuk anak

Komite Imunisasi Nasional telah menyetujui peralihan ke vaksin Heksavalen tanpa perubahan jadwal imunisasi rutin, yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta tetap disertai pemberian vaksin polio oral (bOPV).

Ketua Komite Nasional Penanggulangan Penyakit Pasca Kejadian Ikutan Imunisasi (PP KIPI), Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin Heksavalen telah melalui evaluasi keamanan yang ketat dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akan terus dilakukan secara berjenjang.

“Vaksin Heksavalen memiliki profil keamanan yang baik dan telah melalui uji klinis yang panjang. Sistem surveilans KIPI diharapkan berjalan aktif agar setiap kejadian pasca imunisasi dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

BACA JUGA  Kemenkes: Penyakit Pascabencana Muncul, Layanan Diperkuat

Implementasi awal imunisasi Heksavalen dimulai pada Oktober 2025 di sembilan provinsi, yakni DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Papua. Pemerintah menargetkan perluasan penggunaan vaksin Heksavalen secara nasional mulai 2026. (*/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

KETUA MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam melakukan perubahan terhadap UUD 1945. Namun mereka akan mendengarkan berbagai aspirasi, pandangan, pemikiran, ide, dan gagasan dari berbagai elemen…

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit