UGM Kirim Emergency Medical Team ke Wilayah Bencana Aceh

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menerjunkan relawan Emergency Medical Team (EMT) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) ke wilayah terdampak bencana di Aceh.

Koordinator Tim EMT FK-KMK UGM, Sutono, menyampaikan bahwa tim telah diturunkan sejak minggu kedua pascabencana dengan sistem rotasi setiap delapan hari guna menjaga keselamatan dan efektivitas personel. Hingga 19 Desember, tim ketiga telah bertugas di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dan akan dilanjutkan tim berikutnya.

Setiap tim terdiri atas 12 personel lintas profesi, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, hingga psikolog. Posko utama EMT berada di RS dr. Muchtar Hasbi, dengan fokus memperkuat layanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat.

BACA JUGA  UGM-Telkom Kembangkan Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi

Selain layanan medis, EMT UGM juga membantu pembentukan Health Emergency Operation Center (HEOC), menangani penyakit kulit, ISPA, hipertensi, serta memberikan layanan kesehatan mental bagi penyintas. Tim teknis turut memastikan ketersediaan listrik dan air bersih di rumah sakit.

UGM berharap keterlibatan ini dapat mendukung respons darurat sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Sutono menambahkan, dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dimanfaatkan untuk biaya transportasi EMT, pengadaan alat medis, obat-obatan, serta logistik bagi penyintas dan tim selama bertugas. Dana tersebut melengkapi alokasi internal FK-KMK UGM untuk penanganan bencana darurat.

Ke depan, ia berharap jejaring pendanaan dan kolaborasi dapat terus diperluas agar UGM mampu berkontribusi lebih besar dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana di berbagai daerah. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Mengapa Banjir Bandang Sumatra Kian Mematikan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT masih Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT masih Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT masih Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia