Pakar UGM Kritik Kepala Daerah Sering ke Jakarta

Fenomena kepala daerah yang kerap berada di Jakarta dalam waktu lama bukan lagi hal asing bagi masyarakat di berbagai daerah. Kondisi ini bahkan telah dianggap lumrah, meski berdampak pada efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Alasan keberadaan kepala daerah di Jakarta beragam, mulai dari rapat, koordinasi, hingga menunggu jadwal pertemuan dengan kementerian atau lembaga. Namun demikian, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya tanggung jawab kepala daerah untuk lebih banyak berada di wilayah yang mereka pimpin.

Guru Besar Manajemen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Wahyudi Kumorotomo, menilai kebiasaan tersebut bukan sekadar persoalan etika kepemimpinan, tetapi juga berdampak serius terhadap efektivitas pembangunan dan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah.

Menurut Wahyudi, praktik kepala daerah yang lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta telah berlangsung lama dan cenderung menjadi kebiasaan.

BACA JUGA  AI dan Coding Diajarkan di SD, Pakar UGM Ingatkan Dampaknya

“Banyak gubernur, bupati, wali kota, hingga sekretaris daerah yang justru lebih sering menginap di hotel-hotel di Jakarta untuk melakukan lobi-lobi. Padahal, mereka seharusnya berada di daerah untuk memantau pembangunan dan melayani masyarakat secara langsung,” ujarnya, Senin (29/12).

Ia menegaskan, ketidakhadiran pemimpin daerah di wilayahnya akan menghambat efektivitas pembangunan dan melemahkan penyerapan aspirasi rakyat. Kehadiran kepala daerah, menurutnya, tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh laporan tertulis atau koordinasi jarak jauh.

“Pemimpin yang jarang hadir di daerah akan kehilangan pemahaman atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Akibatnya, kebijakan yang diambil berisiko tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Wahyudi menilai persoalan ini sulit diatasi karena telah mengakar dan dianggap wajar, baik oleh elite politik maupun sebagian masyarakat. Karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk memberi teladan dengan lebih banyak berada di wilayahnya masing-masing.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN UGM Bantu Ibu Melahirkan di Tengah Lautan

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, dalam melakukan pengawasan yang lebih ketat.

“Mendagri perlu rutin melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kepala daerah benar-benar menjalankan tugasnya di lapangan,” tegasnya.

Kepala daerah jarang berada di wilayahnya

Dalam konteks hubungan pusat dan daerah, Wahyudi menilai koordinasi dengan pemerintah pusat seharusnya tidak dijadikan alasan bagi kepala daerah untuk terlalu lama meninggalkan wilayahnya. Menurutnya, pejabat pusat perlu memperkuat jalur koordinasi institusional agar urusan pemerintahan tidak selalu menuntut kehadiran fisik kepala daerah di Jakarta.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya edukasi politik kepada masyarakat. Wahyudi mencontohkan masih adanya kepala daerah yang jarang berada di wilayahnya, namun tetap terpilih kembali.

“Faktanya, ada bupati yang hanya pulang ke daerah sebulan sekali, tetapi tetap terpilih kembali. Ini menunjukkan masyarakat perlu disadarkan tentang bahaya politik uang dan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar hadir,” ungkapnya.

BACA JUGA  Fakultas Peternakan UGM Sosialisasikan Produk Para Akademisi

Ia berharap para kepala daerah, termasuk di Papua, ke depan memiliki kesadaran moral yang lebih kuat dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, pejabat publik digaji dari uang rakyat dan sudah seharusnya mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

“Mereka harus sadar bahwa tugas utama adalah melayani rakyat, bukan menikmati kenyamanan di Jakarta di atas penderitaan masyarakat di daerah,” pungkas Wahyudi.

Melalui pandangannya, Wahyudi menegaskan bahwa kehadiran kepala daerah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan kunci utama untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.…

Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan