Masjid Raya Bandung Sebagai Titik Kumpul Kebencanaan

MENYIKAPI  meningkatnya potensi bencana di berbagai wilayah Indonesia serta upaya antisipasi kebencanaan di Kota Bandung, pengurus Masjid Raya Bandung (MRB) menetapkan MRB sebagai titik kumpul kebencanaan. Penetapan ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 46 Tahun 2019.

Ketua Nazhir Masjid Raya Bandung, Roedy Wiranatakusumah, mengatakan kesiapsiagaan perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, terutama mengingat posisi MRB yang berada di kawasan strategis dan kerap menjadi pusat keramaian.

“Mari kita bersiap menghadapi hal-hal yang tidak terduga. MRB berdampingan dengan alun-alun dan kawasan strategis lain yang sering menjadi lokasi kegiatan keagamaan, Ramadan, Idulfitri, hingga perayaan pergantian tahun,” ujar Roedy, Rabu (17/12).

BACA JUGA  Pendeta Harus Jadi Pemimpin Moral dan Sosial

Menurut Roedy, Masjid Raya Bandung setiap hari dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya warga Bandung dan Jawa Barat, tetapi juga wisatawan mancanegara yang datang ke masjid bersejarah milik keluarga Wiranatakusumah tersebut.

“Sebagai pengurus masjid, kami harus siap menghadapi kondisi terburuk. Perlu dipahami bahwa MRB menjadi salah satu titik kumpul jika terjadi kebencanaan di Kota Bandung,” katanya.

Ia menambahkan, pengurus telah menata seluruh anggota nazhir dan tim MRB agar selalu siaga menghadapi kondisi darurat. Meski demikian, Roedy mengakui koordinasi lintas sektor terkait kegawatdaruratan masih perlu diperkuat.

“Kami perlu berkoordinasi dengan BPBD Kota Bandung dan institusi kebencanaan lainnya, karena bencana bersifat tidak terprediksi, baik bencana alam maupun nonalam,” ujarnya.

BACA JUGA  The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

Roedy menilai MRB sangat strategis sebagai titik kumpul kebencanaan karena memiliki area yang luas dan berhadapan langsung dengan Alun-alun Bandung serta rumah dinas Wali Kota Bandung. Selain itu, terdapat sejumlah lahan terbuka di sekitar kawasan alun-alun yang dapat menampung massa dalam jumlah besar.

“Di dalam MRB juga tersedia fasilitas air bersih dan MCK dalam jumlah memadai. Ini penting karena saat terjadi kondisi darurat dan massa berkumpul, ketersediaan fasilitas dasar harus prima, dan kami memiliki itu,” pungkasnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  InJourney Community Care Latih 300 Siswa untuk Hadapi Gempa

Siswantini Suryandari

Related Posts

Anggota Komisi VII DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Penanggulangan Lumpur Lapindo

ANGGOTA Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengkritik kebijakan penurunan anggaran operasional penanggulangan bencana lumpur Lapindo. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memberikan keselamatan masyarakat demi melakukan efisiensi…

Ribuan Warga Jepara Ramaikan Pawai Obor 1 Muharam

RIBUAN warga Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, memadati jalan-jalan desa untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Senin, (15/7/2026) malam. Cahaya obor…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemenekraf Dorong Generasi Muda Ubah Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

  • June 17, 2026
Kemenekraf Dorong Generasi Muda Ubah Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

Garda Prabowo Jatim Kecam Pernyataan Eks Aktivis BEM UGM yang Hina Presiden

  • June 17, 2026
Garda Prabowo Jatim Kecam Pernyataan Eks Aktivis BEM UGM yang Hina Presiden

Anggota Komisi VII DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Penanggulangan Lumpur Lapindo

  • June 17, 2026
Anggota Komisi VII DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Penanggulangan Lumpur Lapindo

Messi Hattrick, Argentina Gulung Aljazair 3-0

  • June 17, 2026
Messi Hattrick, Argentina Gulung Aljazair 3-0

Dua Gol Haaland Antar Kemenangan Norwegia Atas Irak

  • June 17, 2026
Dua Gol Haaland Antar Kemenangan Norwegia Atas Irak

Prancis Sukses Atasi Senegal di Laga Pembuka, Deschamps Lega

  • June 17, 2026
Prancis Sukses Atasi Senegal di Laga Pembuka, Deschamps Lega