UMKM Kampung Kue Surabaya Krisis Tepung Beras Lokal

PARA pelaku industri kue rumahan di Kampung Rungkut Lor, Surabaya, Jawa Timur menghadapi dilema terkait bahan baku produksi. Mereka kesulitan mencari alternatif tepung beras yang kualitasnya setara dengan tepung beras kemasan bermerek yang selama ini diandalkan untuk membuat aneka jajanan pasar.

Sebagian besar UMKM di Kampung Kue memproduksi kue tradisional seperti apem, nagasari, lapis pelangi, carabikang, pancong, cucur hingga putu ayu yang membutuhkan tepung beras berkualitas tinggi. Selama ini, tepung bermerek tersebut diproduksi dari bahan dasar beras pecah impor.

tepung beras lokal sedang krisis di kalangan pembuat kue di surabaya
Sumarti, pembuat kue apem di Kampung Kuemenerima pesanan 200–300 potong apem dan menghabiskan sekitar 4,5 kilogram tepung beras. (MN/dok Ist)

Sumarti, pembuat kue apem di Kampung Kue, mengaku selalu mengandalkan tepung beras kemasan siap pakai karena lebih stabil dan mudah digunakan. Setiap hari ia menerima pesanan 200-300 potong apem dan menghabiskan sekitar 4,5 kilogram tepung beras. Saat Ramadan, pesanan bisa melonjak hingga 1.000 potong.

BACA JUGA  Ivan Sugianto Ditangkap Polisi Saat Turun dari Pesawat di Juanda

Ia mengaku pernah mencoba tepung beras hasil gilingan beras lokal, namun hasilnya jauh dari harapan. “Warnanya kusam, adonannya sulit mengembang, dan setelah matang jadi lembek seperti bubur,” tuturnya. Karena kualitas kue menurun, ia memilih kembali menggunakan tepung bermerek agar tekstur, warna, dan rasa tetap konsisten.

Pengalaman serupa dialami Siti Jamilatun, pembuat nagasari dan lapis pelangi. Kue yang ia buat menggunakan tepung beras berbahan baku beras lokal menjadi lebih lembek, lengket, dan mudah rusak. “Takut nggak jadi kuenya. Kalau gagal, usaha saya ikut susah,” ujarnya.

Tepung beras lokal mengalami krisis

Ani Mubayana, produsen kue lapis pelangi, juga mengeluhkan hasil adonan yang lebih kental dan kue yang lebih keras saat memakai tepung berbahan baku lokal. Bahkan muncul aroma apek setelah matang. “Harusnya lapis itu kenyal, tapi ini jadi keras dan baunya kurang sedap,” ucapnya.

BACA JUGA  Dirjen Imigrasi Jamin Kelancaran Pemberangkatan JCH dari Embarkasi Solo
tepung beras lokal krisis menyebabkan para perajin kue kewalahan
Sebagian besar UMKM di Kampung Kue memproduksi kue tradisional seperti apem, nagasari, lapis pelangi, carabikang, pancong, cucur hingga putu ayu. (MN/dok Ist)

Para pelaku UMKM mengakui bahwa upaya mencari alternatif tepung beras lokal masih menemui banyak kendala, terutama dari sisi kualitas yang tidak konsisten sehingga berisiko merugikan usaha mereka.

Keresahan ini mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Dinkopumdag Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan bahwa pelaku UMKM wajar memilih merek tepung yang dianggap paling cocok. Ia menyebut kekhawatiran soal bahan baku tepung dari beras impor merupakan urusan pabrik, bukan UMKM.

“Jika ada kebijakan larangan impor beras, maka pabrik tepung harus menyesuaikan diri dengan memanfaatkan beras dalam negeri,” kata Febrina.

Ia menekankan pentingnya solusi bersama agar pabrik tepung beras tetap beroperasi dan UMKM dapat berproduksi seperti biasa. “Kalau pabrik kesulitan bahan baku, dampaknya luas, termasuk potensi PHK. Ini yang harus dicegah,” tegasnya.

BACA JUGA  KM Niki Sejahtera Tujuan Banjarmasin Terbakar

Dinkopumdag mencatat, jumlah UMKM di Surabaya tumbuh pesat mencapai 40 persen dalam empat tahun terakhir. Dari sekitar 60 ribu UMKM pada 2021, kini jumlahnya naik menjadi lebih dari 106 ribu unit, mayoritas bergerak di sektor makanan dan jajanan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gubernur KDM Beri Uang Tunggu untuk Korban Selamat Kecelakaan Kapal Virgo

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi akan memberikan uang tunggu bagi 12 korban selamat dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Para korban kini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setiap korban selamat…

PSI Soroti Revisi SE Bupati Cianjur Soal UHC

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, akhirnya mencabut Surat Edaran Bupati Cianjur tentang penghentian program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas setelah memicu polemik. Namun, berbagai elemen memandang masih banyak pekerjaan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

  • September 15, 2026
Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

  • September 15, 2026
Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

  • September 15, 2026
Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

  • September 15, 2026
Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an

  • September 15, 2026
Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an