
MANTAN Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengungkap bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker prostat.
Dalam wawancara dengan The Times yang diterbitkan pada Minggu (23/11), Cameron, 59 tahun, mengatakan bahwa ia menjalani pemeriksaan setelah didorong oleh sang istri, Samantha. Ia tergerak setelah istrinya mendengar pendiri Soho House, Nick Jones, bercerita di radio mengenai diagnosis penyakit yang sama.
Cameron menjalani pemeriksaan antigen spesifik prostat atau PSA (prostate-specific antigen) awal tahun ini. Menurut Mayo Clinic, tes PSA mengukur kadar protein tertentu dalam darah yang berkaitan dengan risiko kanker prostat.
Hasil tes PSA Cameron menunjukkan angka tinggi. Ia kemudian menjalani pemindaian MRI dan biopsi, yang akhirnya mengonfirmasi adanya kanker prostat.
“Kita selalu berharap hasil terbaik. Saat skor PSA tinggi, Anda berpikir itu mungkin tidak apa-apa,” kata Cameron.
“Lalu Anda menjalani MRI dengan beberapa titik hitam di sana, dan masih berharap itu baik-baik saja. Tapi ketika hasil biopsi kembali dan menyatakan Anda mengidap kanker prostat, itulah kalimat yang paling Anda takutkan,” ujarnya
“Dan ketika dokter mulai mengucapkannya, Anda hanya bisa berpikir, ‘Tolong jangan katakan itu… oh Tuhan, dia mengatakannya juga,” lanjutnya.
Menurut laporan tersebut, Cameron kemudian menjalani focal therapy, prosedur yang menargetkan area tumor dengan metode seperti gelombang ultrasonik untuk menghancurkan sel-sel kanker. (*/S-01)








