Joe Biden Jalani Operasi Pengangkatan Sel Kanker Kulit

MANTAN Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, baru-baru ini menjalani operasi pengangkatan sel kanker kulit. Kabar tersebut dikonfirmasi juru bicaranya dikutip dari NBC News, Kamis (4/9).

Kantor pribadi Biden menyampaikan bahwa ia dalam kondisi pemulihan baik setelah menjalani Mohs surgery, prosedur medis yang umum digunakan untuk mengangkat lapisan kulit yang terkena kanker hingga bersih dari sel kanker.

Belum diketahui pasti kapan operasi tersebut dilakukan. Namun, akhir bulan lalu Biden sempat difoto meninggalkan sebuah gereja di Greenville, Delaware, dengan bekas sayatan cukup besar di bagian kepalanya.

Biden, yang kini berusia 82 tahun, pernah menjalani operasi serupa saat masih menjabat sebagai presiden. Pada 2023, dokter kepresidenan Kevin O’Connor mengungkapkan bahwa Biden mengangkat lesi kanker kulit di bagian dada. Hasil biopsi menunjukkan lesi tersebut merupakan basal cell carcinoma, salah satu jenis kanker kulit paling umum, yang juga ditangani dengan Mohs surgery. Saat itu, dokter memastikan seluruh jaringan kanker berhasil diangkat dan tidak diperlukan perawatan lanjutan.

BACA JUGA  Israel Bersiap Lakukan Invasi Darat ke Lebanon

Pada tahun yang sama, mantan ibu negara Jill Biden juga menjalani operasi pengangkatan dua lesi kanker kulit di bagian atas mata dan dada, yang sama-sama teridentifikasi sebagai basal cell carcinoma.

Kondisi kesehatan Biden kembali menjadi sorotan setelah penampilannya dinilai buruk dalam debat capres Juni 2024. Beberapa pekan kemudian, ia resmi mengundurkan diri dari pencalonan kembali sebagai presiden.

Joe Biden juga didiagnosis kanker prostat

Pada Mei 2024, Biden mengumumkan dirinya didiagnosis kanker prostat agresif yang sudah menyebar hingga ke tulang. Kantornya menyebut Biden menjalani sejumlah opsi terapi, dengan hasil awal menunjukkan kanker tersebut sensitif terhadap hormon sehingga berpotensi merespons baik pengobatan.

BACA JUGA  Bahaya Tanning Bisa Memicu Kanker Kulit

Kabar diagnosis tersebut sempat mendapat simpati dari politisi Demokrat maupun Republik. Namun, belakangan isu itu berubah menjadi perdebatan politik, setelah Presiden Donald Trump dan sejumlah sekutunya mempertanyakan apakah Biden mengetahui kondisi tersebut saat masih menjabat dan apakah diagnosis itu sengaja disembunyikan oleh para ajudannya, termasuk dr. O’Connor. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

  • August 5, 2026
PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

Menangi Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

  • August 4, 2026
Menangi Derby Jatim, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

Redam Persija, Persib Segel Tiket ke Final Piala Presiden

  • August 4, 2026
Redam Persija, Persib Segel Tiket ke Final Piala Presiden

BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

  • August 4, 2026
BPS Sebut DI Yogyakarta Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juli

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

  • August 4, 2026
Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular