RI Jadi Pelopor Perdagangan Karbon Article 6.2

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi memulai langkah besar menuju implementasi Article 6.2 Perjanjian Paris dengan meluncurkan perdagangan karbon internasional berbasis teknologi (technology-based solutions) pertama dari Indonesia.

Inisiatif ini diawali dengan penandatanganan Framework Agreement antara PT PLN (Persero) dan Global Green Growth Institute (GGGI) pada 13 November 2025, di bawah kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia. Melalui kesepakatan tersebut, Indonesia akan menyalurkan hasil mitigasi emisi sebesar 12 juta ton COe dari proyek energi terbarukan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tahap awal dari implementasi pasar karbon internasional yang berintegritas. “Ini bukan akhir, tetapi awal dari fase implementasi nyata.

BACA JUGA  KLH/BPLH Nilai Kinerja Lingkungan 5.476 Perusahaan

Indonesia ingin memastikan pasar karbon yang dibangun berintegritas tinggi, transparan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.

Penandatanganan perjanjian PLN–GGGI ini juga menjadi bagian dari program Generation-Based Incentive (GBI) dan mempersiapkan jalan menuju penandatanganan Mitigation Outcome Purchase Agreement (MOPA) yang dijadwalkan rampung pada akhir Desember 2025.

Implementasi MOPA akan menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang menjalankan perdagangan karbon internasional sesuai Article 6.2, sekaligus memperluas mekanisme pasar karbon nasional ke sektor teknologi energi bersih.

Selama ini, kerja sama Indonesia-Norwegia lebih berfokus pada sektor Nature-Based Solutions (NBS) melalui skema Result-Based Contribution (RBC), yang telah menghasilkan kontribusi hingga US$260 juta untuk pengelolaan hutan Indonesia. Melalui langkah terbaru ini, Indonesia memasuki fase baru perdagangan karbon berbasis teknologi sebagai bagian dari transisi menuju energi rendah karbon.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Siap Menyambut Paus Fransiskus

Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menyatakan optimismenya atas kesiapan Indonesia menjadi pemimpin dalam pengembangan perdagangan karbon berintegritas tinggi di tingkat global. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polres Tasikmalaya Panen Raya Jagung

POLRES Tasikmalaya bersama Kodim 0612 dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar panen raya jagung di Kampung Cempaka, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya. Panen jagung tersebut memanen lebih 171 ton…

Kodim 0612 Tasikmalaya Gandeng OJK Tolak Judol dan Pinjol Ilegal

DALAM rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendeklarasikan dan mengedukasi keuangan serta menolak pinjaman online ilegal dan aktivitas keuangan ilegal. Deklarasi tolak judi online…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM belum Berencana Ubah Prodi Teknik Jadi Rekayasa

  • May 19, 2026
UGM belum Berencana Ubah  Prodi Teknik Jadi Rekayasa

Banjir Rob Rendam Empat Desa Pesisir di Sedati Sidoarjo, Tambak Warga Lumpuh

  • May 19, 2026
Banjir Rob Rendam Empat Desa Pesisir di Sedati Sidoarjo, Tambak Warga Lumpuh

Persis Kecam Penyergapan Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis oleh Pasukan Israel

  • May 19, 2026
Persis Kecam Penyergapan Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis oleh Pasukan Israel

PBVSI Panggil 16 Pemain Putra untuk AVC Nations Cup dan SEA V League 2026

  • May 19, 2026
PBVSI Panggil 16 Pemain Putra untuk AVC Nations Cup dan SEA V League 2026

Drama ‘Peuting Munggaran’ Jadi Puncak Acara Milangkala Tatar Sunda

  • May 18, 2026
Drama ‘Peuting Munggaran’ Jadi Puncak Acara Milangkala Tatar Sunda

Kehadiran Apoteker Baru Diharap Tingkatkan Layanan Kesehatan di Garut

  • May 18, 2026
Kehadiran Apoteker Baru Diharap Tingkatkan Layanan Kesehatan di Garut