Reno dan Farhan, Dua Kerangka Kebakaran Kwitang

POLDA Metro Jaya memastikan identitas dua kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat akhir Oktober 2025, yakni Reno dan Farhan.

Kepala Biro Laboratorium dan Dokkes (Karo Labdokkes) Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, mengatakan hasil pemeriksaan ilmiah menunjukkan keduanya adalah Reno Syahputradewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23).

“Kedua kerangka ditemukan dalam kondisi tidak utuh karena mengalami proses pembakaran. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari satu bulan,” ujar Brigjen Hastry dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/11).

Tim forensik melakukan identifikasi sekunder melalui pemeriksaan tulang tengkorak dan panggul pada kantong jenazah bernomor 0080. Hasil analisis menunjukkan korban berjenis kelamin laki-laki dengan ciri ras Mongoloid dan tinggi badan sekitar 158–168 sentimeter.

BACA JUGA  Polisi masih Dalami Motif Pembunuhan Kacab Bank

Nomor post-mortem 0080 cocok dengan ante-mortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputera Dewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin

Nomor post-mortem 0081 cocok dengan ante-mortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi

Selanjutnya, identifikasi primer dilakukan dengan dua metode utama, yakni odontologi forensik (pemeriksaan gigi) dan uji DNA dari tulang untuk memastikan identitas korban.

Dua kerangka tersebut ditemukan pada 30 Oktober 2025, saat tim teknis melakukan pengecekan renovasi di lantai dua Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, yang dua bulan sebelumnya hangus terbakar akibat kerusuhan di sekitar lokasi.

Kerangka ditemukan dalam kondisi hangus dan tertimpa plafon gedung yang runtuh. Polisi kini tengah mendalami dugaan keterkaitan kedua korban dengan peristiwa kebakaran tersebut. (*/S-01)

BACA JUGA  Polisi Tetapkan Nikita Mirzani Jadi Tersangka Kasus Pemerasan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kasus Korupsi HGB ATR/BPN, Monopoli Kewenangan dan Lemahnya Sistem

KASUS dugaan korupsi penyalahgunaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kementerian Agraria/Tata Ruang Nasional semakin menunjukkan betapa pentingnya penguatan transparansi dan pengawasan publik terhadap administrasi pertanahan. Monopoli kewenangan yang dimiliki…

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Perairan RI, TNI AL Beri Pengawalan

KAPAL induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi sudah memasuki wilayah laut Tanah Air (ALKI) pada Kamis. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul. “ITS…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kasus Korupsi HGB ATR/BPN, Monopoli Kewenangan dan Lemahnya Sistem

  • September 18, 2026
Kasus Korupsi HGB ATR/BPN, Monopoli Kewenangan dan Lemahnya Sistem

KAI Logistik Makin Ngebut, Volume Angkutan Agustus Tembus 2 Juta Ton

  • September 18, 2026
KAI Logistik Makin Ngebut, Volume Angkutan Agustus Tembus 2 Juta Ton

Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket ke Perempat Final Asian Games

  • September 17, 2026
Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket ke Perempat Final Asian Games

Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, KPK Bawa Bukti

  • September 17, 2026
Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN, KPK Bawa Bukti

Operasi Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

  • September 17, 2026
Operasi Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Perairan RI, TNI AL Beri Pengawalan

  • September 17, 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Perairan RI, TNI AL Beri Pengawalan