BMKG Jateng: Rekayasa Cuaca Berhasil Kurangi Curah Hujan 70%

PESAWAT rekayasa cuaca yang terbang di atas langit Jawa Tengah diklaim mampu mengurangi curah hujan hingga 70 persen. Meski demikian, masyarakat Jawa Tengah diimbau untuk tetap waspada, karena puncak hujan diprediksi terjadi pada November-Desember.

Sebanyak 48 sortie penerbangan telah dilakukan hingga hari ini untuk rekayasa cuaca. Setiap kali terbang, pesawat membawa 1 ton NaCl atau total 48 ton yang telah disemai di langit Jawa Tengah, khususnya wilayah Pantura.

“Kalau hitungan persentase (mengurangi) 70 persen. Daerah mana saja yang perlu diintervensi? Wilayah yang masih ada genangan atau hulu sungai yang mengarah ke Pantura,” kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, Senin, 3/11.

BACA JUGA  Sejumlah Wilayah di Indonesia Mengalami Kekeringan Meteorologis

Menurutnya, rekayasa cuaca itu dilakukan karena curah hujan dalam beberapa pekan terakhir melebihi normal. Jika tidak ada intervensi, upaya penanganan banjir di wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya semakin berat.

Tetap waspada

Rekayasa cuaca sebenarnya tidak perlu dilakukan jika semua infrastruktur penanggulangan banjir berjalan baik. Curah hujan yang tinggi bisa mengalir lancar dan tertampung di drainase. Kemudian pompanisasi yang mengalirkan air ke laut juga lancar. Di sisi lain, tampungan air di Kolam retensi juga optimal.

“Awan yang berpotensi membawa hujan ke daratan, maka diantisipasi. Usahakan tidak masuk ke daratan. Hujan diarahkan ke perairan atau laut,” jelasnya.

Namun, keberhasilan rekayasa cuaca ini tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya faktor penanganan bencana banjir. Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa Tengah BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad, menghimbau warga tetap waspada. Ia meminta warga mengantisipasi jika terjadi curah hujan tinggi.

BACA JUGA  Ancaman Megathrust, Pemprov Jateng Respon Informasi BMKG

“Ini peralihan musim kemarau ke musim penghujan jadi harus waspada. Dan puncak hujan di November Desember, akan terjadi hujan yang signifikan,” kata Fikri. (Htm/N-01)

Prakirawan BMKG Jawa Tengah memantau cuaca. (Dok.BMKG Jateng)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemkab Sleman Siap Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia

PEMERINTAH Kabupaten Sleman didukung Lingkar Daerah  Belajar, akan menyelenggarakan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada’ pada 1-2 Juli mendatang di Universitas Negeri…

Bupati Taput Sambut kedatangan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Silangit

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Dandim 0210/Tapanuli Utara Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., dan Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Shin Tae-yong Resmi Tukangi Persija Musim Depan

  • June 8, 2026
Shin Tae-yong Resmi Tukangi Persija Musim Depan

Pemkab Sleman Siap Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia

  • June 8, 2026
Pemkab Sleman Siap Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia

DJP Berkomitmen Dukung UMKM Naik Kelas

  • June 8, 2026
DJP Berkomitmen Dukung UMKM Naik Kelas

Pendaftaran SPMB di Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 Dibuka

  • June 8, 2026
Pendaftaran SPMB di Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 Dibuka

Bupati Taput Sambut kedatangan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Silangit

  • June 8, 2026
Bupati Taput Sambut kedatangan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Silangit

Potensi Ikan Gabus Menjadi Superfood

  • June 8, 2026
Potensi Ikan Gabus  Menjadi Superfood