Pemkot Bandung Siagakan Tim 24 Jam Atasi Cuaca Ekstrem

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayahnya. Tim gabungan dari berbagai dinas diterjunkan untuk melakukan patroli dan pemantauan potensi bencana selama 24 jam penuh.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan dalam tiga hari terakhir sejumlah peristiwa seperti longsor, pohon tumbang, dan genangan air terjadi di berbagai titik, terutama di kawasan pemukiman dekat bantaran sungai.

“Ini fenomena nasional akibat cuaca ekstrem yang telah diperingatkan BMKG,” ujar Farhan, Senin (27/10).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung memperkuat sistem drainase dan mempercepat pembersihan saluran air di berbagai wilayah. “Kami sudah mulai sejak Maret lalu, tapi erosi dari kawasan pegunungan seperti Tangkuban Parahu dan Manglayang sangat tinggi. Sedimentasi besar membuat saluran air cepat dangkal dan tersumbat,” jelasnya.

BACA JUGA  Tim Polda Jabar Hadirkan Guru Besar Hukum  Agus Surono Sebagai Saksi Ahli

Farhan mengungkapkan, Pemkot kini “kejar-kejaran” dengan curah hujan. “Baru dibersihkan Maret, bulan Juni sudah penuh lagi, dan begitu seterusnya. Karena itu, kami juga menambah pompa penyedot air di daerah rawan genangan seperti Gedebage,” katanya.

Penambahan pompa dinilai efektif mengurangi genangan di titik-titik rawan. Farhan menegaskan, fokus utama Pemkot Bandung saat ini adalah memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada korban jiwa. Hanya satu rumah di Pajajaran yang jebol dan menyebabkan luka ringan,” paparnya.

Ia menambahkan, tim tanggap bencana telah melakukan perbaikan tanggul dan saluran air yang jebol di beberapa lokasi. Farhan juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya.

BACA JUGA  Bandoeng 10K Bagian dari Strategi Pembangunan Kota Lewat Sport Tourism

“Kami langsung tangani setiap laporan yang bisa diselesaikan segera, terutama yang berisiko bagi warga. Cuaca ekstrem ini belum berakhir, jadi semua harus tetap siaga,” tegasnya. (Rava/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak