Banjir Rob Terjang Pantura, Pemerintah Siapkan Tanggul 535 Km

JALUR utama Pantura Semarang–Demak lumpuh total sejak Kamis (23/10) pagi akibat banjir setinggi hingga 70 sentimeter yang merendam kawasan Jalan Kaligawe, Kota Semarang.

Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Arteri Yos Sudarso, dari simpang Kalibanteng hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan Kaligawe. Dari pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Sejumlah truk tampak mogok di tengah genangan air, sementara pengemudi turun menunggu arus lalu lintas kembali bergerak.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto membenarkan kondisi tersebut. “Banyak truk yang mogok karena terjebak banjir. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter,” ujarnya.

Banjir mulai menggenangi kawasan sejak Rabu (22/10) malam, menyebabkan ratusan pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraan yang mesinnya mati saat melintasi genangan.

BACA JUGA  Program Ketahanan Pangan TNI-Polri Sangat Bantu Jateng

Kondisi banjir di jalur vital Pantura ini kembali menyoroti urgensi infrastruktur pengendali banjir dan penanganan rob di pesisir utara Jawa.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana besar pemerintah untuk membangun tanggul laut raksasa sepanjang 535 kilometer di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek strategis ini bertujuan melindungi sekitar 50 juta penduduk dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

“Kita sudah mulai persiapan membangun 535 kilometer tanggul laut di pantai utara Jawa untuk menyelamatkan 50 juta penduduk,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

Presiden juga menekankan bahwa ancaman perubahan iklim dan kenaikan air laut kian nyata, dengan rata-rata peningkatan mencapai 5 sentimeter per tahun, yang berpotensi mengancam kawasan industri, pelabuhan, dan lahan pertanian produktif di Pantura.

BACA JUGA  Terminal Multipurpose Batang Siap Beroperasi

“Air laut naik 5 cm setahun. Jadi harus segera kita selamatkan ini, karena sebagian besar industri kita ada di pantai utara Jawa,” tegasnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur bersama 36 kabupaten/kota se-Jatim, Senin (30/3). Sebelumnya, Kota Surabaya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak