Penanganan Tepat Kasus Keracunan Makanan di Sekolah

MARAKNYA kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di kalangan pelajar, menjadi perhatian serius. Tak hanya soal pengawasan makanan, namun juga pentingnya pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban yang diduga mengalami keracunan.

Masih banyak masyarakat, termasuk guru dan tenaga kependidikan, yang belum memahami perbedaan antara alergi makanan dan keracunan makanan, sehingga sering kali penanganan di lapangan tidak tepat.

Sering kali saat terjadi kasus di sekolah, siswa yang mengalami gejala keracunan hanya dikumpulkan di satu ruangan sambil menunggu pertolongan lebih lanjut,” ujar Guru Besar Mikrobiologi Klinik FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K), Kamis (17/10).

Prof. Tri menjelaskan, alergi makanan dan keracunan makanan memiliki penyebab dan mekanisme yang sangat berbeda.

BACA JUGA  61,5% Mahasiswa Baru Fakultas Peternakan UGM Menerima Subsidi UKT

Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu dalam makanan. Bahkan dalam jumlah kecil, makanan pemicu alergi bisa menimbulkan biduran, sesak napas, hingga gangguan pencernaan,” jelasnya.

Sementara itu, keracunan makanan terjadi akibat masuknya kuman atau zat berbahaya dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Gejala biasanya berupa sakit perut, muntah, dan diare, yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah makan.

Menurutnya, sebagian besar kasus keracunan bersifat ringan, tetapi bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Beberapa bakteri seperti Salmonella sp dan Escherichia coli (E. coli) menjadi penyebab umum dengan mekanisme yang berbeda.

“Salmonella bisa menembus asam lambung dan menyerang dinding usus, sedangkan E. coli penghasil toksin Shiga dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat,” ujarnya.

BACA JUGA  Sarjana UGM Diharap Bisa Berkontribusi dalam Pembangunan

Dalam konteks Program MBG di sekolah, Prof. Tri menekankan pentingnya penanganan cepat ketika siswa menunjukkan gejala keracunan.

“Langkah pertama adalah mencegah dehidrasi dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Jika muntah masih terjadi, minum sedikit demi sedikit, dan segera cari pertolongan medis bila kondisi memburuk,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa demam yang muncul saat keracunan merupakan mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi.

Peningkatan suhu tubuh membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan mengoptimalkan kerja sistem imun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menegaskan pentingnya pengawasan ketat pada seluruh rantai produksi makanan dalam Program MBG, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi.

BACA JUGA  Bimasakti UGM Raih 7 Penghargaan Internasional

Setiap tahap bisa menjadi titik masuk bakteri, virus, jamur, atau parasit penyebab keracunan. Karena itu, standar kebersihan harus diterapkan dengan disiplin,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, ia menekankan bahwa pemahaman masyarakat tentang perbedaan alergi dan keracunan, serta upaya pencegahan, menjadi kunci menghindari risiko fatal.

“Kata kuncinya adalah menjaga mutu bahan, mematuhi standar kebersihan, dan bertindak cepat saat gejala muncul,” pungkasnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

BALAI Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur mencanangkan gerakan bebas penggunaan botol plastik di lingkungan kerjanya. Deklarasi kepedulian lingkungan tersebut dipimpin langsung Plt Kepala BKHIT Jawa Timur, Hudiansyah…

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

DEWAN Kehormatan Daerah (DKD) Garda Prabowo Jawa Timur mengapresiasi keberhasilan Ketua DKC Garda Prabowo Kabupaten Madiun Eko Hadi Susilo. Eko berhasil menuntaskan ‘Jalan Patriot’ sejauh kurang lebih 620 kilometer dari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

  • August 13, 2026
BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

  • August 13, 2026
DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penista Agama

  • August 13, 2026
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penista Agama

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

  • August 13, 2026
JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

  • August 13, 2026
Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

  • August 13, 2026
Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau