
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan penyebab suhu udara yang terasa panas di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi karena posisi matahari saat ini berada tepat di atas Pulau Jawa.
Dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10), BMKG menyebutkan fenomena ini menyebabkan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa banyak halangan awan, sehingga suhu udara terasa lebih terik dari biasanya.
Suhu udara panas disebabkan matahari tepat di atas Jawa tidak hanya dirasakan di DIY tetapi di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Meski demikian, hujan deras juga masih kerap terjadi di wilayah Yogyakarta, baik pada siang, sore, maupun malam hari. Menurut BMKG, hujan tersebut terjadi karena adanya massa udara yang cukup basah dan terangkat akibat pemanasan oleh sinar matahari. Proses ini memicu pembentukan awan hujan secara cepat.
“Ketika udara panas naik dan bertemu dengan udara dingin di lapisan atas, kondensasi terjadi dan membentuk awan-awan hujan,” jelas BMKG Yogyakarta.
BMKG menambahkan, hujan dengan durasi singkat umumnya terjadi karena awan hujan terbentuk dalam skala kecil dan labilitas udara cepat kembali stabil, sehingga pembentukan awan tidak berlanjut lama.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di beberapa wilayah DIY. (AGT/S-01)







