
DUTA Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov menyebut komitmen negaranya untuk mempercepat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi.
Hal itu dikatakannya dalam acara 34th Anniversary of The Independence of The Republic of Uzbekistan 1991–2025 di Four Square Hotel, Jakarta Selatan, Rabu malam (1/10).
Menurutnya, sektor pariwisata juga menjadi prioritas, terbukti dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing hingga melampaui 10 juta orang pada 2024.
“Untuk menghidupkan kembali sejarah kuno, Uzbekistan membangun sejumlah fasilitas, seperti Pusat Peradaban Islam di Tashkent dan Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand. Situs-situs ini akan menjadi pusat spiritual dan pendidikan dunia Muslim,” jelasnya.
Oybek menambahkan, Uzbekistan terbuka untuk mempererat hubungan setara dan saling menguntungkan dengan berbagai negara, khususnya Indonesia. Kedekatan agama, sejarah, budaya, dan spiritual disebut menjadi fondasi penting bagi kerja sama kedua bangsa.
Hubungan perdagangan
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan siap memperkuat ikatan persahabatan dengan Uzbekistan. Dalam lima tahun terakhir, hubungan perdagangan kedua negara mencatat pertumbuhan 56,8%.
“Uzbekistan adalah mitra dagang penting Indonesia di kawasan Asia Tengah. Masih ada banyak ruang untuk mengoptimalkan kerja sama, terutama di bidang produk dan jasa halal,” ujarnya.
Budi meyakini, ke depan kerja sama tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup pendidikan, kebudayaan, investasi, industri, pertanian, hingga transformasi teknologi
Kerja sama
Pada kesempatan sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap bekerja sama dengan Uzbekistan di berbagai sektor, mulai dari wisata religi, jasa dan produk halal, hingga pengembangan UMKM.
“Di Uzbekistan ada makam tokoh muslim Imam Bukhari. Artinya, wisata religi di Jawa Tengah dan di Uzbekistan nanti bisa saling terkoneksi,” ujar Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno,
Menurutnya, potensi kerja sama kedua wilayah cukup besar, terutama karena keduanya memiliki kesamaan sebagai daerah dengan mayoritas muslim dan potensi wisata religi yang melimpah.
Selain itu, produk halal dan UMKM asal Jawa Tengah juga berpeluang untuk dipasarkan di Uzbekistan, maupun sebaliknya.
“Sekarang memang belum sampai pada kesepakatan kerja sama. Namun penjajakan sudah dilakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Acara peringatan HUT ke-34 Uzbekistan ini turut dihadiri sejumlah menteri, perwakilan kedutaan besar negara sahabat, serta mitra strategis lainnya. (Htm/N-01)









