
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan percepatan penyediaan transportasi massal Trans Banjarbakula menjadi program prioritas di sektor perhubungan.
Layanan ini diharapkan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan metropolitan Banjarbakula.
“Salah satu program prioritas di Kalsel adalah percepatan transportasi massal Trans Banjarbakula. Sejak diserahkan dari Kemenhub tahun 2024, kini sudah ada 75 bus yang beroperasi di aglomerasi lima kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, Kamis (18/9).
Trans Banjarbakula menghubungkan Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala. Kehadirannya dinilai memperlancar mobilitas warga, memperkuat jaringan transportasi massal, sekaligus menumbuhkan ekonomi daerah.
Minat masyarakat menggunakan angkutan massal ini terus meningkat. Atas pencapaian tersebut, Kalsel juga menerima penghargaan dari Kementerian Perhubungan.
Pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2025 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menegaskan transportasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan sarana yang menghubungkan kehidupan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Transportasi yang baik mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya energi melalui jalur logistik efisien, sekaligus membuka akses pendidikan, pekerjaan, dan mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Pemprov Kalsel menegaskan komitmennya memperkuat layanan publik transportasi yang merata, menyediakan biaya logistik terjangkau, serta memberi perlindungan layak bagi pengemudi, operator, dan pekerja transportasi. (DS/S-01)








