KLH Segel Pabrik Udang di Banten Terkontaminasi Radioaktif

KEMENTERIAN  Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat menanggapi dugaan kontaminasi radioaktif pada ekspor udang beku milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penanganan Radiasi untuk menjamin keamanan pangan, melindungi masyarakat, dan menjaga lingkungan.

Pabrik PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, yang diduga menjadi sumber paparan Cesium-137, resmi disegel. KLH/BPLH segera melakukan dekontaminasi menyeluruh agar wilayah kembali steril. Pemerintah menegaskan produk pangan laut tetap aman karena diawasi ketat oleh tim lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan keamanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Hal senada disampaikan Wakil Menteri LH/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono.

BACA JUGA  Wamen LH Apresiasi BPDLH Kelola Dana Iklim REDD+ dari GCF

“Satgas percepatan penanganan radiasi adalah bukti nyata pemerintah hadir melindungi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/9).

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Irjen Pol Rizal Irawan, menjelaskan bahan baku udang BMS Foods aman. Unsur radioaktif hanya ditemukan pada blower dan ventilator pabrik dengan konsentrasi rendah di bawah ambang batas, dan langsung ditangani melalui dekontaminasi. Investigasi mengarah pada PT PMT dengan tingkat radiasi 0,3–0,5 mikrosievert per jam, lebih tinggi dari kondisi normal 0,1 mikrosievert per jam.

Pemerintah memastikan tidak segan menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan izin terhadap PT PMT. Langkah hukum perdata dan pidana juga disiapkan bagi pihak yang terbukti lalai atau sengaja menimbulkan pencemaran.

BACA JUGA  Pemulihan Gambut dan Mangrove Jadi Strategi Net Zero Emmision

KLH/BPLH menegaskan masyarakat, termasuk nelayan, tidak perlu khawatir. “Setiap produk pangan laut tetap memenuhi standar keamanan tertinggi, sementara upaya sterilisasi wilayah terdampak terus dilakukan,” kata Rizal.

Penanganan cepat ini disebut menjadi momentum kolaborasi semua pihak, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk menjaga mutu pangan, memperkuat tata kelola lingkungan, dan melestarikan ekosistem laut. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

KAPTEN timnas Indonesia Jay Idzes dan kapten timnas putri Safira Ika Putri terpilih menjadi pemain terbaik pada acara PSSI Awards 2026 yang berlangsung di Studio 6 Emtek City, Sabtu (28/3/2026)…

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

KELOMPOK milisi Yaman, Houthi, meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu. Serangan itu menandai keterlibatan Houthi dalam perang di Timur Tengah. Juru bicara Houthi menyatakan bahwa kelompok tersebut telah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

  • March 29, 2026
Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

  • March 29, 2026
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

  • March 29, 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

  • March 29, 2026
Pemkot Bandung Ikut  Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

  • March 29, 2026
Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus