Anggaran KLH/BPLH 2026 Naik 29%, Fokus Sampah dan Karbon

ANGGARAN  Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 2026 naik hampir 29%, dari Rp1,083 triliun menjadi Rp1,396 triliun, akan difokuskan pada sampah dan karbon.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa setiap rupiah harus menghasilkan perubahan nyata. “Distribusi anggaran tahun 2026 telah disusun untuk mendukung manajemen, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta ketahanan bencana dan perubahan iklim,” ujarnya.

Dari total anggaran, Rp70 miliar dialokasikan khusus untuk program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dana itu diprioritaskan untuk menekan praktik open dumping, memperkuat Tempat Pengolahan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R), mendorong bank sampah, hingga penerapan teknologi waste-to-energy di pasar tradisional. Pemerintah juga menyiapkan komposter dan kontainer untuk memperkuat edukasi publik sejak dari sumber sampah.

BACA JUGA  Jakarta Utara Olah 1.300 Ton Sampah per Hari

Pembiayaan untuk sampah dan karbon jadi prioritas

Selain itu, KLH/BPLH optimistis dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp1,2 triliun, jauh di atas target awal Rp445 miliar. Strategi utamanya adalah memperkuat penegakan hukum lingkungan dan mengoptimalkan instrumen pembiayaan karbon.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono menegaskan tambahan anggaran ini akan lebih berkontribusi terhadap pengelolaan dan perlindungan lingkungan. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menekankan pentingnya dukungan regulasi. “Ke depan, kita harus mendorong Undang-Undang Perubahan Iklim dan Undang-Undang Pengelolaan Sampah,” ujarnya.

DPR juga menekankan pentingnya peran daerah, mulai dari penyediaan lahan untuk TPS, pembiayaan operasional, hingga penguatan UPTD dan PPNS. Dengan penguatan anggaran, strategi kebijakan, dan landasan regulasi yang kuat, pemerintah menargetkan 2026 sebagai momentum perubahan nyata: sampah terkelola, kualitas udara dan air membaik, emisi gas rumah kaca lebih terkendali, dan pembangunan ekonomi sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. (*/S-01)

BACA JUGA   Menteri LH Tetapkan Darurat Sampah Nasional

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter

PENDIDIKAN karakter dan pembentukan generasi muda yang berintegritas menjadi perhatian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolda DIY Irjen Pol. Langgeng Purnomo, menjadi pembina upacara di SMP…

Rektor Universitas ‘Aisyiyah Dikukuhkan Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

REKTOR Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., resmi dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Pelantikan berlangsung pada Sabtu malam (31/10/2026) di Amphitorium Universitas Ahmad Dahlan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter

  • November 2, 2026
Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter

Rektor Universitas ‘Aisyiyah Dikukuhkan Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

  • November 2, 2026
Rektor Universitas ‘Aisyiyah Dikukuhkan Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Marc Marquez Makin Kukuh di Puncak Klasemen, Veda Buat Sejarah

  • November 1, 2026
Marc Marquez Makin Kukuh di Puncak Klasemen, Veda Buat Sejarah

Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

  • November 1, 2026
Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

  • November 1, 2026
Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

  • November 1, 2026
Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi