Kemendagri Apresiasi Keberhasilan DIY Jaga Kondusivitas

KEMENTERIAN Dalam Negeri mengapresiasi keberhasilan Daerah Istimewa Yogyakarta menjaga kondusivitas wilayah pascaaksi unjuk rasa yang ricuh di berbagai wilayah. Keberhasilan itu dinilai sebagai buah dari hasil sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat yang mengedepankan kearifan lokal, salah satunya melalui program Jaga Warga.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri, Restuardy Daud, dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X di nDalem Ageng Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (12/9).

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah jajaran Forkopimda DIY.
KGPAA Paku Alam X mengucapkan terima kasih atas penilaian dari Pemerintah Pusat tersebut. Apresiasi itu menjadi dorongan untuk terus memperkuat pola keamanan dan ketertiban berbasis budaya serta memperluas keterlibatan masyarakat.

Bangun komunikasi

“Kearifan lokal itu kami jaga dengan melibatkan masyarakat. Program Sapa Aruh yang dilakukan Gubernur bersama Forkopimda menjadi cara efektif untuk menyampaikan informasi kepada warga,” kata Dirjen.

BACA JUGA  Kanwil DJP DIY Serahkan Dua Tersangka Kasus Pajak ke Kejari

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam X menambahkan, pengalaman menghadapi erupsi Merapi memberikan pelajaran penting bagi DIY dalam membangun komunikasi.

“Kami terbiasa menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Dari situ terbentuk komunitas tangguh yang justru menjadi perekat sosial DIY,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Dukungan TNI, Polri, dan organisasi masyarakat seperti Jaga Warga maupun Jaga Boro berperan penting dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kamilah yang harus pandai merekatkan semua elemen agar bersatu,” tandasnya.

Jaga keseimbangan

Wagub DIY juga menekankan skala wilayah DIY yang relatif kecil menjadi keuntungan tersendiri. Dengan empat kabupaten dan satu kota, koordinasi dapat dilakukan lebih cepat.

“Masyarakat kami posisikan sebagai subyek, bukan sekadar obyek. Dengan begitu, dialog dan partisipasi lebih mudah terbangun,” ungkapnya.

Dirjen Bangda Kemendagri Restuardy Daud menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.

“Gerakan pasar murah, kegiatan sosial, dan penguatan peran Jaga Warga terbukti efektif. Partisipasi warga DIY luar biasa, bahkan bisa dijadikan model nasional,” tegasnya.

BACA JUGA  Antisipasi Arus Mudik, Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu

Indikator positif

Kemendagri mencatat sejumlah indikator positif keberhasilan DIY, mulai dari stabilnya harga kebutuhan pokok, kondusifnya iklim investasi dan pariwisata, hingga kuatnya solidaritas masyarakat bersama aparat. Hal ini dianggap sebagai bukti bahwa DIY mampu membangun ketahanan sosial yang kokoh di tengah dinamika nasional.

Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan jajaran TNI di DIY bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan. “Mulai dari pimpinan hingga kalurahan, semua aktif menjaga daerah masing-masing. Partisipasi masyarakat menjadi peluang besar menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Pendekatan humanis

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) DIY, Brigjen TNI Firyawan juga mengingatkan adanya potensi isu strategis yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu pada September 2025. Ia meminta aparat mengedepankan pendekatan humanis namun tetap terukur dalam meredam potensi konflik.

Sedangkan Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menambahkan, pihaknya terus melakukan pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus pada provokasi, narkoba, dan miras. Ia juga mengapresiasi peran Jaga Warga yang dinilai efektif sebagai bentuk pengamanan swakarsa.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kasatpol PP DIY, Noviar Rahmad menegaskan, saat ini terdapat 106.195 anggota Jaga Warga dan 27.651 Linmas yang siap mendukung keamanan DIY. Pihaknya juga telah menginstruksikan kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali Poskamling sesuai arahan Kemendagri.

BACA JUGA  InJourney Gelar Pelatihan Hospitality House di Yogyakarta

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, aparat, dan masyarakat, Pemda DIY optimistis kondisi aman dan kondusif akan terus terjaga. Budaya guyub rukun masyarakat DIY menjadi modal besar dalam merawat persatuan. Inilah yang membuat DIY tetap damai dan harmonis di tengah dinamika zaman. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ribuan Perangkat Desa di DIY Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

BELASAN ribu perangkat desa mulai dari lurah hingga perangkat desa bersama masyarakat menggelar kirab dan sowan (menghadap) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kagunan Dalem Pagelaran Kraton Yogyakarta, Kamis. Kegiatan…

Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

PEMERINTAH Kota Bandung memastikan keberlangsungan nasib ratusan pekerja di Bandung Zoological Garden (Bandung Zoo), dengan mengontrak mereka sebagai tenaga ahli selama masa transisi pengelolaan. Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

  • April 2, 2026
Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

Ribuan Perangkat Desa di DIY Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

  • April 2, 2026
Ribuan Perangkat Desa di DIY  Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

  • April 2, 2026
Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

Potensi Tsunami Berakhir, Satu Orang Jadi Korban Gempa Malut-Sulut

  • April 2, 2026
Potensi Tsunami Berakhir, Satu Orang Jadi Korban Gempa Malut-Sulut

Final Four Proliga Janjikan Laga Seru

  • April 2, 2026
Final Four Proliga Janjikan Laga  Seru

Cegah Penularan Campak, Jabar Galakkan Imunisasi

  • April 2, 2026
Cegah Penularan Campak, Jabar Galakkan Imunisasi