
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Provinsi Bali berstatus tanggap darurat bencana banjir selama satu minggu ke depan. Penetapan ini menyusul banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Bali, dengan dampak paling parah terjadi di Kota Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan status tanggap darurat semula direncanakan berlaku dua minggu, namun kemudian diralat.
“Karena sifat bencananya ternyata tidak terlalu besar, maka akan diralat menjadi cukup satu minggu,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Denpasar, Rabu (10/9) malam.
Status tanggap darurat ini, kata Suharyanto, diperlukan untuk mempermudah administrasi penanganan banjir, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, hingga rehabilitasi.
Sementara itu, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir. Logistik dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali disalurkan ke Denpasar, Jembrana, dan Gianyar. Bantuan tersebut mencakup 500 selimut, 500 kasur, 600 paket family kit, dan 300 paket sandang dewasa.
Dari Gudang Sentra Paramita Mataram, juga dikirimkan tambahan logistik berupa 2.000 paket makanan siap saji, 318 paket kebutuhan anak, 87 family kit, 497 kasur, 568 tenda gulung, serta 48 tenda portabel keluarga.
“Barang segera dikirim dan digunakan untuk penanganan bencana banjir di Bali,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Selain itu, dapur umum telah didirikan di Kantor Desa Kusamba, Klungkung, untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir. (*/S-01)








