Layanan Perizinan Tenaga Medis Kini Bisa Lewat MPP Digital

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya mendukung penuh implementasi Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN) untuk perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Tito, digitalisasi layanan publik harus menghadirkan kenyamanan, transparansi, serta bebas pungutan liar (pungli). Ia mencontohkan pelayanan di Badung yang modern, cepat, nyaman, dengan pembayaran hanya melalui outlet resmi sehingga potensi praktik korupsi bisa ditekan.

“Dengan sistem digital, potensi korupsi bisa ditekan karena semuanya transparan, terpantau, dan pembayaran jelas. Layanan publik harus sederhana, cepat, dan bebas pungli,” tegas Tito, Selasa (9/9).

Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan di tingkat daerah, terutama keterbatasan infrastruktur teknologi dan anggaran. Karena itu, implementasi akan dilakukan bertahap melalui daerah percontohan.

BACA JUGA  Azana Hotels & Resorts Luncurkan Tiga Produk Digital Unggulan

Menteri PANRB Rini Widyantini menambahkan, penerapan perizinan tenaga medis dan kesehatan melalui MPP Digital terbukti memangkas waktu proses dari lebih dua minggu menjadi hanya beberapa jam, dengan data langsung terintegrasi.

“Dari aspek waktu, persyaratan, biaya, hingga sertifikasi kini lebih sederhana. Masyarakat lebih cepat mendapat layanan, pemerintah daerah lebih efisien, dan pusat bisa memantau secara real-time,” jelas Rini.

Perizinan tenaga medis melalui transformasi digital

Kepala BSSN Nugroho turut menekankan pentingnya aspek keamanan siber dalam transformasi digital. “Keamanan bukan aspek statis, melainkan proses dinamis yang harus terus diaudit dan diperkuat agar sistem tangguh menghadapi ancaman,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya keterpaduan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam mendukung MPP Digital. Menurutnya, Komdigi berperan sebagai backbone digital dan penghubung antar sistem layanan publik.

BACA JUGA  Kemendagri Apresiasi Konsistensi Siskamling Semarang

“Transformasi hanya bisa berhasil jika semua layanan saling terintegrasi. Dengan infrastruktur digital dan perlindungan data pribadi yang kuat, masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya, baik melalui ponsel maupun di meja layanan publik,” kata Nezar.

Keempat pejabat tersebut sepakat, keberhasilan transformasi digital hanya dapat dicapai lewat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. MPP Digital diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, aman, transparan, dan merata di seluruh Indonesia. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

PEMERINTAH Kota Bandung terus melakukan berbagai persiapan menjelang beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029. Selain menyiapkan armada khusus pengangkut…

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) dan National University of Singapore (NUS) menggelar rangkaian Visiting Professor dan UGM–NUS Modelling Workshop 2026 pada 17–24 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan Professor sekaligus Vice Dean…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

  • August 4, 2026
Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

  • August 4, 2026
11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

  • August 4, 2026
Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

  • August 3, 2026
LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli

  • August 3, 2026
Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli