Edelweiss, Bunga Pegunungan yang Kini Dilindungi Hukum

EDELWEISS adalah bunga putih berbentuk bintang yang tumbuh di pegunungan Asia dan Eropa. Bunga ini mampu bertahan dalam kondisi ekstrem seperti ketinggian, suhu beku, angin kencang, hingga paparan radiasi UV berkat lapisan rambut halus tebal di permukaannya. Nama “Edelweiss” berasal dari bahasa Jerman yang berarti “putih mulia”.

Selain melambangkan keberanian dan keindahan, Edelweiss juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik karena kandungan antioksidannya. Namun, bunga ini sempat hampir punah akibat pemetikan berlebihan sehingga kini dilindungi oleh undang-undang di negara-negara seperti Swiss.

Bunga edelweiss dikenal sebagai “bunga abadi” karena bentuknya yang khas dan daya tahannya yang luar biasa. Meski sebenarnya tetap bisa layu dan mati seperti tumbuhan lain, edelweiss memiliki kelopak berbentuk bintang dengan rambut halus putih keperakan yang membuatnya tampak selalu segar.

BACA JUGA  Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

Bahkan ketika dikeringkan, bunga ini hampir tidak berubah warna maupun bentuk, sehingga terlihat seolah tidak pernah layu. Inilah yang membuat edelweiss menjadi simbol cinta abadi, keteguhan, dan keabadian dalam banyak budaya.

Keistimewaannya ini juga menjadikan edelweiss dilindungi oleh hukum di beberapa negara, termasuk di kawasan pegunungan Indonesia, agar tidak punah akibat perburuan berlebihan.

Dengan nama ilmiah Leontopodium alpinum memiliki kumpulan bunga kecil berwarna kuning yang dikelilingi 5–15 daun berbulu putih berbentuk bintang (bracts).

Hidup di lingkungan pegunungan tinggi dengan kondisi ekstrem. Berasal dari Asia dan bermigrasi ke Pegunungan Alpen sejak Zaman Es. Penyerbukannya dibantu oleh lalat.

Bunga tersebut menjadi lambang  kemurnian dan kesetiaan, sering diberikan sebagai tanda cinta.

BACA JUGA  Swiss Siap Hadapi Tantangan Selanjutnya

Menjadi bunga nasional di beberapa negara dan muncul pada berbagai logo serta lambang resmi, termasuk Swiss Tourism. Pada Perang Dunia I dan II, prajurit Alpen membawa Edelweiss sebagai pengingat kampung halaman.

Siswantini Suryandari

Related Posts

BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana Masuki Musim Penghujan

SAAT memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat di wilayah rawan pun diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta…

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengindentifikasi kondisi suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar antara 24 – 29°C, dengan anomali SST antara -2,0 hingga +1,0°C. Juga terpantau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

  • November 4, 2026
Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

  • November 4, 2026
Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

  • November 4, 2026
Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

  • November 4, 2026
Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

  • November 4, 2026
Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka

  • November 4, 2026
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka