
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengubah nama halte Senen Central yang dibakar saat terjadi aksi demo di sekitar Kwitang, menjadi halte Jaga Jakarta.
Tujuannya untuk mengingatkan warga agar dapat menjaga fasilitas publik di Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono Anung saat meresmikan halte Trans Jakarta Senen, Senin (8/9) usai diperbaiki setelah dibakar pada akhir Agustus lalu.
“Saya meresmikan apa yang disebut halte baru yaitu yang dulunya dinamakan halte Senen Central menjadi Jaga Jakarta. Kenapa perubahan nama ini dilakukan, karena yang pertama sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama,” kata Pramono Anung.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat sebanyak tujuh halte oleh oknum tak bertanggung jawab saat demonstrasi di Jakarta pada Jumat (29/8) hingga Sabtu dini hari.
Adapun halte yang terdampak antara lain Halte Bundaran Senayan, Pemuda Pramuka, Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan, dan Gerbang Pemuda. Selain pembakaran, beberapa halte juga mengalami aksi vandalisme dan perusakan fasilitas.
Pascademo, TransJakarta menggratiskan para penumpang selama sepekan, 1-7 September. Dan mulai 8 September, sejumlah halte yang dirusak kini telah beroperasi.









