
PRESIDEN RI Prabowo Subianto memerintahkan aparat penegak hukum mengusut secara tuntas dan transparan insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat pembubaran aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.
“Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Presiden Prabowo dalam keterangan pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/8).
Prabowo menegaskan, jika terbukti ada aparat yang bertindak di luar ketentuan, pemerintah akan mengambil langkah tegas sesuai hukum. “Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Affan. Ia menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian khusus serta menjamin kehidupan keluarga korban.
Insiden meninggalnya Affan Kurniawan, yang berusia 21 tahun, memicu perhatian publik dan gelombang solidaritas dari ribuan pengemudi ojol yang turut mengiringi pemakamannya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat pagi.
Affan merupakan anak kedua dari pasangan Zulkifli dan istrinya dan memiliki satu kakak dan satu adik. Mereka tinggal di runah kontrakan di Jalana Tayu Menteng, Jakarta Pusat.
Zulkifli bekerja serabutan, sedangkan kakak Affan juga berprofesi sebagai driver ojol. Sedangkan adiknya masih SMP.(*/S-01)









