Kerupuk Udang Sidoarjo Diekspor ke Malaysia Senilai Rp4,5 Miliar

KERUPUK udang produk sebuah pabrik di Kabupaten Sidoarjo diekspor perdana ke negeri jiran Malaysia.

Ekspor kerupuk udang tersebut dilakukan bertahap pada tahun 2025 ini sebanyak 38 kontainer dengan nilai mencapai Rp4,5 miliar.

Pelepasan ekspor kerupuk dilakukan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, Kamis (28/8).

Ikut mendampingi pelepasan ekspor Presiden Direktur PT Sekar Laut, Tbk Welly Gunawan, Direktur Kara Marketing Malaysia Sdn Bhd Susanto Lee dan Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati.

Fajarini menyebut ekspor ini menjadi momentum penting untuk membuka jalan lebih luas bagi produk Indonesia, khususnya dari sektor UMKM ke pasar global.

Nilai ekspor kerupuk udang sebanyak satu kontainer 40 ft tersebut mencapai US$ 7.086 atau sekitar Rp115 juta.

Estimasi pengiriman produk PT Sekar Laut ke Malaysia hingga 2026 diproyeksikan mencapai 38 kontainer dengan nilai ekspor sekitar Rp4,5 miliar.

“Kerja sama dengan Kara Marketing Malaysia Sdn Bhd merupakan langkah strategis membuka pasar baru dan memperluas jaringan ekspor produk unggulan Indonesia,” kata Fajarini.

BACA JUGA  Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Ditolak

Fajarini menambahkan Malaysia merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang pada semester pertama 2025 menempati posisi kelima tujuan ekspor.

Kerupuk udang dari Indonesia cukup favorit

Ekspor produk kerupuk udang dari Indonesia ke Malaysia selama Januari–Juni 2025 mencapai US$ 30,48 juta dengan pangsa pasar sebesar 21,85%.

“Ini merupakan bukti bahwa produk olahan makanan Indonesia semakin diterima di pasar internasional,” kata Fajarini.

Ia juga mengapresiasi tren positif kinerja perdagangan Indonesia dengan surplus neraca perdagangan US$ 51,73 miliar sepanjang 2024. Serta peningkatan nilai ekspor non-migas sebesar 8,96% hingga Juni 2025.

Namun Fajarini mengingatkan para pelaku usaha agar terus meningkatkan mutu dan kepatuhan terhadap standar ekspor, seperti sertifikasi halal dan HACCP guna menghadapi persaingan dan persyaratan pasar ekspor.

“Kami dari pemerintah akan terus mendukung pelaku usaha, khususnya UKM, melalui promosi dagang, misi bisnis, dan peningkatan kapasitas produksi agar ekspor produk makanan olahan semakin kompetitif di pasar global,” kata Fajarini.

BACA JUGA  Hari Antikorupsi Sedunia, Ratusan Warga Sidoarjo Demo

Pelepasan ekspor perdana kerupuk udang ini juga menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong diversifikasi pasar ekspor.

“Semoga momentum ini menjadi inspirasi bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus mengembangkan pasar ekspor ke berbagai negara di dunia,” kata Fajarini.

Penyerapan tenaga kerja

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, memberikan apresiasi tinggi pada Sekar Laut Group yang terus konsisten berkontribusi untuk daerah, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun dukungan sosial.

“Pak Willi Gunawan ini luar biasa, lebih dari 60 persen karyawan di Sekar Laut berasal dari Sidoarjo. Ini membuktikan komitmen perusahaan untuk membangun daerah,” kata Fenny.

Fenny juga menyampaikan kondisi Sidoarjo yang masih menghadapi angka pengangguran tertinggi se-Jawa Timur meski tren menurun pasca-COVID-19.

BACA JUGA  Bupati Sidoarjo Geram Progres Rumah Pompa Air Lambat

Karena itu, ia berharap semakin banyak perusahaan besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Tak hanya soal ekspor, Fenny mengungkap Pemkab Sidoarjo juga mendorong dunia usaha untuk mendukung program pendidikan, termasuk wisata edukasi industri bagi siswa PAUD hingga SD.

“Kami ingin anak-anak dikenalkan sejak dini pada dunia usaha agar lahir entrepreneur handal dari Sidoarjo,” imbuh Fenny.

Sebagai catatan, wilayah pesisir Sedati masih menjadi salah satu lumbung tambak udang di Sidoarjo.

Hingga kini, sekitar enam hektare tambak masih bertahan di tengah tantangan abrasi. Produk olahan udang dari daerah ini telah lama menjadi andalan ekspor, termasuk kerupuk udang yang kini resmi menembus pasar Malaysia. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY menyerahkan 2.000-an sertipikat Tanah Kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan Tanah Kadipaten atau Pakualaman Ground (PAG) kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sekretaris Daerah DIY, Ni…

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menutup operasional PT Mas Putih Belitung yang mengelola tambang di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang pada Selasa (15/9/2026). Penutupan ditandai dengan pemasangan Satpol PP Line…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

  • September 17, 2026
Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

  • September 16, 2026
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

  • September 16, 2026
Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

  • September 16, 2026
Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

  • September 16, 2026
Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

  • September 16, 2026
Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung