Pemerintah Targetkan 50 Juta Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis

PEMERINTAH menargetkan 50 juta anak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar pada tahun ajaran baru ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan siswa saat mengunjungi kegiatan CKG di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Persis 1-2 Bandung, Senin (4/8).

“Anak-anak adalah generasi emas 2045. Mereka harus sehat sejak dini. Program ini memastikan potensi penyakit bisa dideteksi lebih awal,” ujarnya.

Program CKG merupakan bagian dari agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA  Pupuk Kujang Berangkatkan 354 Pemudik ke Berbagai Daerah

Isyana menekankan bahwa transformasi layanan kesehatan kini diarahkan ke sistem yang lebih preventif, bukan hanya kuratif.

Pemeriksaan meliputi status gizi, gula darah, tekanan darah, hemoglobin (Hb), kesehatan mata dan telinga, serta kebugaran fisik. Tes fisik seperti lari ringan dilakukan sesuai kemampuan siswa.

“Kami juga lakukan skrining kesehatan mental dan risiko penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, serta TBC lewat kuesioner. Semua data dijaga kerahasiaannya,” jelas Isyana.

Target: 50 Juta Siswa Tercover Setiap Tahun Ajaran

Program ini menargetkan lebih dari 50 juta siswa dari seluruh jenjang pendidikan  SD, SMP, SMA, madrasah, hingga pesantren untuk menjalani CKG secara berkala setiap tahun ajaran baru.

BACA JUGA  Belasan Pelajar di Rajapolah Tasikmalaya Diduga Keracunan Menu MBG

Khusus untuk remaja putri, pemerintah juga memberikan tablet tambah darah seminggu sekali selama tiga bulan guna mencegah anemia dan risiko stunting di masa depan.

“Remaja putri yang anemia berisiko melahirkan bayi stunting. Jadi pencegahan harus dimulai sekarang,” tegasnya.

Kegiatan CKG sekolah rakyat telah dimulai sejak 14 Juli, sementara untuk masyarakat umum sudah berjalan sejak 10 Februari 2025, menjangkau lebih dari 16 juta warga.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan. Ia mengimbau agar siswa mengisi kuesioner dengan jujur dan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada orang tua.

“Jangan malu. Data itu penting agar intervensi kesehatan bisa tepat. Petugas kesehatan menjamin kerahasiaan,” ujarnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Cek Kesehatan Gratis Mulai 10 Februari, Begini Cara Daftarnya

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

ASTON Villa tampil sebagai juara Liga Europa 2025/26 setelah melibas wakil Jerman, Freiburg  3-0 pada partai final di Tupras Stadium, Istanbul, Turki,  Kamis. Ketiga gol Aston Villa dicetak oleh Youri…

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

PEMBANGUNAN dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan UPT Puskesmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, menuai sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tapanuli…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

  • May 21, 2026
Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

  • May 21, 2026
Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

  • May 20, 2026
Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

  • May 20, 2026
SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

  • May 20, 2026
Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

  • May 20, 2026
Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan